Jalan pedesaan di Kecamatan Kaligesing menjadi ajang kegiatan Polres Purworejo, wartawan, dan komunitas Bima Hash, Jumat(22/2). Mereka menempuh perjalanan sepanjang 9 km di jalan desa yang sebagian besar berupa tanjakan dan turunan tajam.

BUDI AGUNG, Purworejo

Olahraga bersama yang dimaksudkan untuk mempererat jalinan kemitraan ini, memang dikemas berbeda dibandingkan biasanya. Di beberapa spot menarik, Kapolres AKBP Indra Kurniawan Mangungsong memilih berhenti dan menikmati pemandangan. Kawasan yang dilalui memang perdesaan dengan perpaduan pohon pinus yang dikelola Perhutani.

Mengambil start di Taman Wisata Sidandang, Desa Kaligono, rombongan yang melibatkan lebih dari 100 orang ini menyusuri jalan menanjak menuju ke objek wisata Gunung Cilik di Desa Tlogoguwo. Meskipun tidak searah dengan rute yang disiapkan, Kapolres memilih mampir di kawasan itu untuk melihat pemandangan Kota Purworejo dari perbukitan Kaligesing.

Kembali ke jalur utama, rombongan berbelok ke Hutan Pinus Kalilo di desa yang sama. Pemandangan yang ditawarkan adalah suasana Jogjakarta dari atas. Kapolres beberapa kali melemparkan pujian Purworejo ternyata memiliki potensi wisata yang sangat indah dan layak menjadi tempat kunjungan wisata.

Berada di rombongan tengah, Kapolres tidak tergesa untuk segera mencapai garis finis di Sidandang. Dia sempat berhenti untuk melihat pengembangan kambing kaligesing yang dikembangkan warga Tlogoguwo.

Meski sedikit kerepotan saat menuruni jalanan terjal menurun, Kapolres mengaku puas dengan kegiatan itu. Menikmati suasana alam perdesaan yang masih alami dengan kemasan olahraga hash sangat menarik dan perlu dilakukan lagi.

“Saya memang berkeinginan melakukan olahraga ini, sekalian mengajak wartawan untuk bergabung dengan kami. Ternyata luar biasa. Kebetulan di Purworejo juga ada komunitas Bima Hash yang bisa membantu kita menentukan rutenya,”  ujar Kapolres Indra.

Dikatakan, hash memang menjadi olahraga menarik karena sangat menguras keringat dan bisa memperkuat kaki. Pemilihan lokasi di Kaligesing yang lekat dengan wisata alamnya sangat pas, di mana pepohonan pinus yang mendominasi perjalanan terlihat apik dan cantik. “Dari olahraga ini bisa ekplore wisata kita. Kaligesing perlu dipoles lagi biar lebih cantik,” tambahya.

Ketua Bima Hash Budi Hartoyo mengungkapkan, rute Kaligesing untuk hash tergolong medium. Pihaknya masih memiliki beberapa rute lain yang lebih menantang.

“Komunitas kami melakukan hash seminggu dua kali di hari Selasa dan Jumat. Polres berkomunikasi dengan kami dan kami ajak sekalian bergabung di hari Jumat ini,” kata Budi.

Anggota Bima Hash sendiri hingga saat ini tercatat 25-an orang di mana 15 menjadi anggota aktif. Sebagian besar sudah berusia di atas 50 tahun, namun mereka sudah teruji untuk menaklukkan perjalanan-perjalanan yang menantang.

Anggota Bima Hash Hengki Purbowahono, 61, mengungkapkan rute yang dipilih memang sengaja yang memiliki panorama menarik. Pihaknya berkeinginan, potensi Kaligesing yang begitu indah bisa dikelola atau disulap layaknya Mangunan di Dlingo, Bantul.

“Kita memiliki potensi yang baik, yang kita jadikan rute utama hash. Memang agak disayangkan karena infrastrukturnya kurang mendukung, di mana jalannya kurang bagus dan kurang lebar,” kata Hengki.

Dia menilai Kaligesing masih sepi dari wisatawan. Pemkab harus turun tangan dan membaca kebutuhan pasar dan masyarakat. Dengan dukungan yang dimiliki, dirinya yakin jika digarap dengan baik, pariwisata Purworejo tidak akan kalah dengan Jogjakarta. (udi/laz/mg2)