GUNUNGKIDUL – Tahun depan, perizinan online akan diterapkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul. Sistem ini memudahkan masyarakat mengurus izin.

“Aplikasi sedang kami siapkan dengan Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika),” kata Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Irawan Sujatmiko kemarin.

Jika aplikasi sudah jalan, untuk mengurus izin tidak perlu datang ke KPMPT. Untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) misalnya, tinggal mengisi syarat dan menyisipkan dokumen yang bisa dikonversi menjadi Portable Document Format (PDF) atau Joint Photographic Group (JPG).

“Nanti dalam proses verifikasi tidak perlu menunggu tanda tangan saya. Karena sudah menggunakan aplikasi tanda tangan elektronik,” ujar Irawan.

Agar tanda tangan digital tidak disalahgunakan, pihaknya bersama Lembaga Sandi Negara membangun sistem keamananan aplikasi tersebut. Berupa sistem keamanan digital.

“Aplikasi digital juga akan dilakukan di kantor. Disiapkan petugas yang membantu masyarakat mengurus izin. Jika warga kesulitan mengoperasikan computer, bisa dibantu,” kata Irawan.

Aplikasi tersebut akan diluncurkan 2 Januari 2018. “Sementara untuk akhir tahun ini kami ujicoba offline,” kata mantan Sekretaris Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul tersebut.

Sementara itu, perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesai (PHRI) Gunungkidul Ratih berharap pemerintah memudahkan proses perizinan. Tentunya diikuti kejelasan regulasi.

“Jangan sampai warga lokal malah tersingkir dan kalah dengan investor asing,” kata Ratih. (gun/iwa/ong)