JOGJA – Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya standardisasi yang harus diterapkan bagi para pelaku usaha batik di Indonesia.

Kepala BBKB Titik Purwati Widowa mengatakan, standardisasi itu penting dalam rangka menjual produk manufaktur ke global. Menurutnya, sosialisasi ini mendapat respons positif dari para perajin. Mereka sadar, dengan adanya standardisasi ini karya mereka bisa dinikmati hingga konsumen internasional. “Respons mereka sangat bagus. Apalagi saat ini sudah ada pemasaran berbasis online,’’ ujarnya.

Auditor Lembaga Sertifikasi Produk BBKB Ulfi Khabibah mengatakan saat ini masih banyak para pengusaha dan perajin yang belum melakukan standardisasi ataupun mengantongi SNI. Padahal, adanya standardisasi tersebut penting untuk pemasaran dan penjualan. Dengan adanya itu, para pengrajin mampu melenggangkan karya mereka hingga ke pasar global.

“Masih banyak yang belum mengurus standardisasi. Salah satunya karena belum ada kewajiban dari negara,” jelasnya. Batik misalnya. Batik merupakan warisan budaya khas Indonesia sehingga pasar dunia akan mengacu pada standar produk batik asal Indonesia. Karena itu, inilah pentingnya standardisasi agar produk bisa diterima pasar internasional.(sky/din/mg2)