JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengimbau kepada pelaku usaha jasa pariwisata bidang pramuwisata agar melek teknologi. Ini untuk menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0.”Perkembangan teknologi yang begitu pesat, menjadi tantangan tersendiri bagi manusia. Tak hanya semakin canggih, teknologi yang awalnya dapat membantu dan mendukung aktivitas manusia, kini menjadi momok, karena ke depan bisa jadi persaingan tidak hanya antar manusia, tapi robot,” katanya dalam Bimbingan Teknis Usaha Jasa Pariwisata untuk Pramuwisata di Hotel Royal Darmo, Jumat (15/3).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya upaya- upaya khusus yang dipersiapkan. Seperti pemanfaatan media online dan media sosial untuk berpromosi, penambahan sumber daya manusia di profesi ini, penambahan kapasitas dan jenis bahasa yang harus dikuasai oleh masing-masing pemandu wisata.”Sebentar lagi kan bandara baru akan beroperasi. Sebagai pintu masuknya pariwisata, keberadaan NYIA (New Yogyakarta Internasional Airport) menjadi begitu penting. Karena ke depan akan semakin banyak turis mancanegara dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Jogjakarta,” tuturnya.

Menurut Singgih, berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY, komponen pramuwisata memiliki kontribusi sebesar lima persen setelah jasa usaha tour dan travel. Sementara untuk wisman terbanyak yang berkunjung ke Jogjakarta masih ditempati oleh Tiongkok. “Orang Tiongkok itu banyak yang datang ke Jogja. Tapi permasalahannya banyak pemandu wisata yang tidak menguasai bahasa Mandarin. Alhasil, banyak wisman yang kemudian hanya mencari kenalan atau sak kecekele untuk menerjemahkan apa yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Menurut Singgih, ini adalah peluang. Penguasaan konten dan filosofi sebuah daerah atau tempat wisata, sangat diperlukan, guna memberikan gambaran yang jelas kepada para wisatawan.”Kedepan kami akan masuk ke lembaga-lembaga pendidikan bahasa untuk melakukan edukasi seputar ini. Sehingga nanti profesi pemandu wisata ini dapat memiliki prestige yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya. (*/met/jko/mg4)