KULONPROGO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY terus menginisiasi pembentukan Desa Perempuan Indonesia Mandiri (Desa Prima). Jumat (15/3) giliran Desa Srikayangan. Pembentukan Desa Prima di salah satu desa di Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, itu karena sejumlah pertimbangan. Yang paling mencolok adalah jumlah penduduk perempuannya banyak. Di sisi lain, angka kemiskinan di desa itu masih di atas 10 persen.

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DP3AP2 DIY Titik Sofijayanti Malah menaruh harapan besar dengan pembentukan Desa Prima Srikayangan. Sebab, pembentukan Desa Prima bertujuan untuk mendorong produktivitas perempuan.”Perempuan bisa menggali potensinya dengan membentuk kelompok produktif,” jelas Titik saat pembentukan Desa Prima Srikayangan di Balai Desa Srikayangan kemarin.

Dinas, kata Titik, tidak sekadar menginisiasi pembentukan Desa Prima. Lebih dari itu, dinas juga akan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo. Itu untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi pengurus dan anggota Desa Prima. Bahkan, dinas juga akan memberikan bantuan stimulan untuk modal pengembangan usaha kelompok sebesar Rp 37 juta.”Kelompok bebas memilih jenis usahanya. Bisa industri kerajinan tangan, seperti suvenir atau batik. Bisa juga bidang kuliner atau lainnya,” ungkap Titik pemberian pelatihan keterampilan dimulai April 2019.

Melalui kelompok produktif ini, Titik optimistis kalangan perempuan bisa membantu perekonomian keluarga. Dengan begitu, kesehatan keluarga terjamin, kebutuhan biaya pendidikan tercukupi, dan kesehatan dan gizi terpenuhi.”Ketahanan keluarga terwujud, sehingga angka kemiskinan berkurang,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi D DPRD DIJ Nur Sasmito melihat potensi yang bisa dikembangkan di Desa Srikayangan adalah sektor pertanian. Sebab, mayoritas warga Srikayangan, termasuk kaum perempuannya, bekerja sebagai petani.”Saya optimis Desa Prima Srikayangan bisa sukses dan menjadi contoh bagi masyarakat di DIY,” ujarnya.

Agar program berjalan maksimal, politikus PKS ini berkomitmen bakal memantau perkembangan Desa Prima Srikayangan.”Seluruh progres perkembangannya harus dilaporkan,” katanya.

Desa Prima Srikayangan bernama Lancar Berkah Srikayangan. Ada 25 perempuan yang tergabung. Menurut Ketua Desa Prima Lancar Berkah Srikayangan Purwati, jenis usaha yang akan dikembangkan masih dalam tahap pembahasan. Namun, perempuan 40 tahun ini mengisyaratkan kelompoknya bakal mengembangkan usaha olahan bawang merah.”Karena desa kami penghasil bawang merah,” kata warga Pedukuhan Panjul ini.

Kepala Desa Srikayangan Aris Puryanto menambahkan, desa yang dipimpinnya memiliki 1.600 kepala keluarga (KK) atau 5.500 jiwa. Mayoritas bekerja sebagai petani. Kendati begitu, petani Srikayangan kerap ”mengimpor” tenaga lepas dari luar Sentolo saat musim tanam tiba.”Terutama saat musim tanam bawang merah,” ungkapnya.

Di Desa Srikayangan, Aris mengungkapkan, sebenarnya telah terbentuk dua kelompok wanita tani (KWT). Satu KWT di antaranya memberikan pendampingan pengolahan bawang merah. Namun, dia merasa masih belum maksimal.

Dari itu, Aris berharap pembentukan Desa Prima mendorong pengolahan hasil pertanian benar-benar lebih maksimal.”Saya mendukung penuh program ini. Semoga bermanfaat dan semakin memajukan kesejahteraan warga, khususnya kaum perempuan,” harapnya. (tom/zam/mg4)