JOGJA – Satu dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) atas nama Irfan Yunianto menjadi salah satu jamaah salat Jumat di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Beruntung, dosen Pendidikan Biologi yang tengah menjalani S3-nya ini selamat. H

umas UAD Ariadi Nugraha mengatakan, Irfan selamat dari tembakan peluru si teroris dan bersembunyi di sebuah rumah yang ada di belakang masjid. ”Informasi yang bisa kami sampaikan, yang berada di masjid tersebut adalah satu dosen dan satu anak dosen UAD,” jelasnya, Jumat (15/3).

Selain Irfan, korban selamat lain yakni anak dari pasangan dosen UAD Zuhrotus Salamah dan Hadi Sasongko bernama Anis.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD Ahmad Ahid Mudayana menambahkan, saat ini Irfan masih shock dengan peristiwa tersebut. ”Kebetulan saya kenal dekat dengan Pak Irfan jadi langsung cari info ke keluarga beliau,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak UAD masih berkomunikasi dengan pihak terkait yang berada di Selandia Baru untuk mengumpulkan informasi. (tif/ila)