JOGJA – Tidak semua orangtua menyadari telah memaksakan kehendak kepada anak-anaknya. Yakni meminta anak menjadi sesuai kehendaknya dan tidak memikirkan psikis dan keinginan anak. Akibatnya anak cenderung memberontak dan minim prestasi.

Editor Penerbit Gava Media Turiyanto berharap para orangtua memahami keinginan anak. Prestasi dan cita-cita, tidak bisa dipaksakan. Jalan terbaik justru mendampingi melihat potensi anak melalui sebuah proses. “Jangan melihat potensi dari satu sisi. Mungkin anak tidak jago di matematika tapi punya potensi di olahraga, begitupula sebaliknya. Jangan paksakan keinginan personal yang belum tentu diinginkan oleh anak,” jelasnya dalam bedah buku Agar Anak Anda Juara di Balai Kecamatan Gondokusuman, Kamis (14/3).

Dia membeberkan strategi mendeteki potensi anak. Diawali dengan memberi pengalaman dan kesempatan seluas-luasnya. Selanjutnya orangtua mengenali potensi yang dimiliki anak. Hingga akhirnya fokus pada bidang atau minat tersebut.

Dalam menumbuhkan minat, lanjutnya, tidak berdasarkan paksaan. Ini karena anak masih memiliki sifat yang fleksibel. Artinya bisa jadi hanya kegemaran sesaat. Potensi tidak harus dalam bidang eksak pendidikan namun juga potensi lainnya. “Ajak anak mengenal berapa hal hingga anak memiliki ketertarikan dan fokus pada bidang tertentu,” katanya.

Permasalahan ini turut dibahas dalam buku Agar Anak Anda Juara. Buku karya Asef Umar Fahruddin ini terbagi dalam 11 bab. Setiap babnya memiliki tema pembahasan tersendiri. Mulai dari mendeteksi, membimbing hingga mengembangkan potensi anak.

Bedah buku dihadiri oleh warga Kecamatan Gondokusuman. Selain hadir, warga juga mendapatkan buku karya Asef Umar Fahruddin. Sesi tanya jawab juga terjadi sepanjang bedah buku. Khususnya terkait mengembangkan potensi anak. “Kegiatan ini positif karena menumbuhkan minat baca. Juga kampanye giat bacanya,” ujarnya.

Bedah buku merupakan agenda rutin Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIJ. Penyelenggaran di Balai Kecamatan Gondokusuman merupakan rangkaian ke 27. Total target penyelenggaraan hingga akhir tahun mencapai 60 sesi.
Kasi Pengembangan Minat dan Budaya Baca Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIJ Aris Widiyanto menjelaskan, membaca untuk memberikan wawasan luas dari literasi. Lalu menjadi sumber motivasi berdasarkan tema buku yang dibedah.”Ditambah ada interaksi langsung dengan penulis atau narasumber lainnya,” jelas. (dwi/din/mg4)