SLEMAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY kembali mengukuhkan desa tangguh bencana (destana) di Kabupaten Sleman. Setelah Desa Sidomoyo, Godean, desa kedua yang berstatus destana adalah Desa Sinduadi, Mlati, Sleman.

“Kami ucapkan selamat kepada seluruh warga dan pemerintah Desa Sinduadi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana saat memberikan sambutan di depan ratusan warga Desa Sinduadi  di lapangan Pojok Pedukuhan Ngaglik, Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis(14/3).

Ratusan warga itu mengikuti gladi lapang simulasi menghadapi ancaman bencana. Simulasi yang dipilih saat terjadi banjir.  Sebagian warga berperan sebagai korban. Selain orang dewasa, ada juga anak-anak dan siswa SD dilibatkan. Mereka ikut dievaluasi sebagai upaya penyelamatan. Evaluasi dilakukan oleh relawan. Mereka tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sinduadi.

Sinduadi termasuk desa yang rawan terjadi bencana. Ancaman yang terjadi antara lain angin ribut atau puting beliung serta banjir. Maklum desa ini dibelah oleh Sungai Winongo. Wilayah Sinduadi juga dipisahkan oleh Selokan Mataram.

Biwara mengingatkan, DIY merupakan daerah rawan bencana. Tanah longsor dan banjir terhitung paling rawan terjadi. Menyadari itu,  penanggulangan bencana ini merupakan tanggung jawab bersama. “Baik pemerintah, masyarakat maupun swasta,” kata Biwara yang hadir ke lokasi didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD DIY Fauzan.

Karena itu, masyarakat masyarakat tangguh bencana harus dimaksimalkan. Kapasitas menghadapi bencana harus terus ditingkatkan. Konsep dasar masyarakat tangguh  adalah masyarakat yang dapat mengantisipasi dan meminimalisasi ancaman bencana. Mampu mempertahankan struktur dasar dan fungsinya dalam keadaan bencana. Juga dapat memulihkan diri pascaterjadinya bencana.

Tahun ini melalui APBD 2019,  BPBD DIY membentuk destana dan kelurahan tangguh bencana (katana) sebanyak 15 lokasi.  Rinciannya Kota Yogyakarta dua kelurahan, Bantul tiga desa, Kulonprogo empat desa, Gunungkidul empat desa dan Sleman ada dua desa. Sedangkan saat APBD Perubahan 2019 akan ditambah 10 desa. Totalnya sepanjang 2019 direncanakan terbentuk 25 destana/katana.

Kehadiran jajaran BPBD DIY disambut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Dalam sambutannya dia mengucapkan terima kasih atas peresmian Sinduadi menjadi destana. Dia juga mengingatkan kesadaran menghadapi setiap ancaman bencana harus dimiliki setiap warga.

Senada Camat Mlati Yakti Yudanto meminta anggota dan pengurus Destana Sinduadi terus memelihara kekompakan. Dia juga mewanti-wanti relawan yang tergabung di Destana Sinduadi harus ringan tangan dalam membantu warga.

“Jangan melihat si kaya atau si miskin. Semua harus ditolong kalau terjadi bencana,” pintanya. Lebih penting lagi, lanjut Yakti, mereka harus menjaga soliditas. “Jaga namanya soliditas. Kekuatan kita akan hebat kalau semua solid dan kompak,” ajaknya. (kus/mg2)