SLEMAN – Laga pamungkas Piala Presiden Grup D antara PSS Sleman kontra Persija Jakarta akan tersaji di Stadion Maguwoharjo Kamis malam (15/3). Skuad Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman harus mampu memanfaatkan waktu istirahat skuad Macan Kemayoran-julukan Persija Jakarta, yang Selasa(12/3) bermain di AFC Cup melawan wakil Myanmar, Shan United.

Ya, Persija Jakarta praktis hanya memiliki waktu istirahat dua hari untuk pemulihan fisik para pemainnya. Kemenagan 3-1 dari Shan United di partai tandang diraih dengan menurunkan skuad terbaiknya. Rico Simanjuntak, Rohit Chand dan Bruno Matos yang sebelumnya disimpan saat melawan Madura United di laga kedua Piala Presiden tampil penuh di laga tersebut.

Hal itu, tentunya harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara. Karakter petarung yang ada pada Sidik Saimima, Kushedya Yudo, Haris Tuharea, dan Ricky Kambuaya, harus dapat dioptimalkan Seto untuk mengekploitasi skuad asuhan Ivan Kolev. Keberadaan Brian Ferrerira di sektor tengah PSS Sleman pun sudah memberikan dampak para gaya bermain Super Elja.

Meski memiliki masa rehat cukup singkat, Seto meyakini Persija Jakarta memiliki kedalaman skuad cukup baik. Berkaca pada laga melawan Sappe Kerap, meski bermain tanpa sejumlah pilar utama, Ismed Sofyan dkk mampu menahan imbang Galaticos asal tanah Madura.”Kekuatan mereka cukup merata. Setiap pemain mereka menjadi ancaman bagi kami. Itu yang harus kami pikirkan di laga nanti,” jelas Seto.

Pelatih asal Kalasan ini mengaku tidak mempersiapkan taktikal khusus saat berhadapan dengan pemuncak klasemen Grup D. Pembenahan fisik dan evaluasi kekurangan saat melawan Borneo FC, menjadi perhatian serius dari pelatih yang bakal memegang lisensi AFC Pro.

Melawan Persija nanti, PSS Sleman berpeluang diperkuat Nerius Alom yang sebelumnya absen di dua pertandingan. Mantan pemain PSIS Semarang itu tampak sudah mulai berlatih penuh bersama skuad Super Elja lainnya. Sedangkan untuk Arsyad Yusgiantoro, kondisinya masih diragukan untuk bisa tampil setelah mengalami cedera cukup para di bagian bahu saat bertemu Madura United. ”Kondisinya akan kami lihat lagi menjelang laga,” jelasnya.

Seto ingin skuad dalam kondisi fit dalam laga lawan Persija. Untuk teknis di lapangan harapannya para pemain bermain disiplin dan tidak banyak memberi ruang kepada pemain lawan.

Ditanya soal peluang lolos ke babak selanjutnya, mantan juru taktik PSIM Jogja tidak cukup optimis berani menyatakan bahwa timnya akan lolos ke babak selanjutnya. ”Kami berada di grup berat. Tapi tetap instruksikan ke pemain untuk berjuang sebaik mungkin. Sebab target utama mempersiapkan tim sebelum Liga 1,” terangnya. (bhh/din/mg2)