JOGJA – Dusun Muker, Brangkal, Wedi, Klaten menjadi salah satu sentra produksi daging keong yang konsumennya sudah menyebar sampai Jogjakarta dan sekitar Klaten.

Di desa ini lebih dari 20 warga yang berprofesi sebagai pencari keong. Sayangnya, limbah cangkang keongnya tanpa diolah dam dibuang ke sungai. Ini menimbulkan pendangkalan dan ketika sungai meluap beberapa cangkang keong masuk sawah warga dan terinjak. Perlu waktu untuk penyembuhan akibat menginjak cangkang keong.

Melihat permasalahan ini, tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang terdiri atas Dr Ir Nur Rahmawati MP, Ir Lestari Rahayu MP dan Zuhud Rozaki Ph.D, Sabtu (10/3) lalu melakukan penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah cangkang keong menjadi pakan ternak dengan mendatangkan praktisi peternakan.

Dr Ir Nur Rahmawati MP mengatakan, cangkang keong mengandung pospor yang sangat bermanfaat bagi ternak, baik unggas ataupun hewan ruminansi seperti sapi dan kambing. Tim dari UMY ini juga menghibahkan mesin penggiling cangkang keong.

Kegiatan pendampingan juga ditindaklanjuti dengan melakukan pembentukan organisasi kelompok peduli limbah keong. “Dengan adanya kelompok itu, diharapkan kegiatan pengolahan limbah cangkang keong terus berlanjut dan berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat,” katanya. (*/laz/mg3)