JOGJA – Sejak 1 Maret lalu  sejumlah  gerai retail memberlakukan kantong plastik berbayar. Kebijakan yang digagas asosasi pengusaha ritel indonesia (Aprindo) tersebut tidak masalah bagi masyarakat. Hanya kurang sosialisasi.

Anita, warga Lempuyangan, mengaku belum mengetahui adanya penerapan kantong plastik berbayar. Menurut dia dengan penerapan kebijakan tersebut dapat menambah pajak. “Uang dari pembelian kantong plastik dapat dipergunakan untuk pengelolaan limbah sampah plastic,” katanya.

Salah satu karyawan toko retail di Lempuyangan, Erma mengatakan penerapan kantong plastik berbayar sudah dimulai sejak tahun kemarin. Setiap kantong plastik yang digunakan dikenakan biaya Rp 200 hingga Rp 500.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Suyana mengaku juga akan turut mengampanyekan penerapan kantong plastik berbayar. Bahkan akan meminta toko retail tidak menyediakan kantong plastik.

“Sebagai gantinya bisa dengan kotak kardus, kantong belanja atau kantong plastik organik,” tuturnya.

Meski untuk penggunaan kantong plastik organik semisal dari ketela, Suyana menyebut kelemahan tidak tahan panas dan akan hilang jika terkena air. Maka, dirinya menyarankan kantong plastik organik hanya digunakan untuk membawa bahan kering.

“Tapi positifnya kantong plastik organik mudah terurai dan tidak menimbulkan pencemaran, bahkan bisa larut dalam air,” katanya. (sky/pra/mg1)