JOGJA – KPU Kota Jogja menemukan dua surat suara untuk Pileg DPR RI rusak saat sortir surat suara di gudang KPU Kota. Kerusakan berupa lubang kecil pada masing-masing surat suara.

“Lubangnya kecil sekali tapi tetap tidak memenuhi kriteria. Sesuai criteria dalam SK dan SE KPU, kalau ada noda besar dan berlubang tetap dianggap cacat,” tutur Ketua KPU Kota Jogja Hidayat Widodo ditemui di Gudang KPU Kota Jogja pada Rabu, (13/3).

Meski kerusakan kecil namun. Dia memastikan syarat mutlak surat suara tidak rusak. Ini guna menghindari munculnya indikasi kecurangan. “Kami lanjutkan dengan pelaporan ke KPU DIJ. Kami tidak ingin berspekulasi,” jelasnya

Untuk itu dia meminta petugas sortir dan lipat lebih teliti dan hati-hati. Kerusakan, lanjutnya, tidak hanya terjadi selama proses pengiriman. Jika proses pelipatan tidak tepat, kata dia, juga akan menimbulkan kerusakan.

Sebelum proses pelipatan, seluruh petugas mendapat pelatihan. Hal ini agar setiap surat suara tetap presisi. Terlebih saat dimasukan kedalam kotak suara. untuk proses ini KPU Kota Jogja melibatkan 40 petugas lipat dan sortir.“Personel didatangkan dari masing-masing kecamatan. Untuk surat suara DPR RI total ada 316.659 dengan 632 boks. Kalau target pelipatan tujuh hari kedepan,” ujarnya.

Terkait target pelipatan, Hidayat optimisi terpenuhi. Tidak menutup kemungkingan ada penambahan personel. Terlebih jika surat suara susulan dikirim. Ini guna mengoptimalkan proses pelipatan hingga distribusi ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

“Bisa saja ditambah personelnya jika target satu minggu belum terpenuhi. Begitupula saat seluruh surat suara susulan datang. Pasti akan ada penambahan personel,” katanya.
Berdasarkan informasi dari KPU pusat, surat susulan diterima 23 Maret. Penerimaan ini maju dua hari dari jadwal semula 25 Maret. Acuan yang digunakan adalah majunya proses pencetakan. Seperti surat suara DPR RI diterima 9 Maret dari awalnya 11 Maret. (dwi/pra/mg1)