JOGJA – Tuntutan masyarakat pencari kerja mendapatkan pekerjaan dari waktu ke waktu semakin tinggi. Para pencari kerja itu baik lulusan pendidikan formal maupun nonformal. Mereka umumnya belum memiliki keterampilan maupun pengalaman kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Para pencari kerja itu juga belum punya kesiapan membuka usaha secara mandiri,” kata Anggota Komisi D DPRD DIY Danang Wahyu Broto, Rabu (13/3).

Di pihak lain, problem ketenagakerjaan dihadapi masih tingginya jumlah pengangguran dan rendahnya produktivitas tenaga kerja. Menyikapi itu, Komisi D DPRD DY selalu mendorong Pemda DIY khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY  melaksakan program dan kegiatan pengembangan manajemen pembentukan wirausaha baru bagi para pencari kerja maupun tenaga kerja.

Peran itu, terang Danang, dijalankan oleh Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) DIY sebagai unit pelaksana teknis dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY.

BLKPP berperan aktif membekali dan meningkatkan keterampilan, keahlian serta kompetensi produktivitas para pencari kerja dan tenaga kerja. “Khususnya saat mereka mencari pekerjaan, bekerja atau membuka usaha secara mandiri,” ungkap anggota dewan dari daerah pemilihan Bantul Barat ini.

Selama ini dalam pengamatan Danang, BLKPP DIY telah mengadakan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Sasarannya para pencari kerja dan tenaga kerja. Pelatihan diadakan sebanyak 49 angkatan atau melibatkan peserta sebanyak 980 orang.

Latar belakang pelatihan itu dalam rangka memberikan bekal keterampilan dan kewirausahaan agar dapat mengurangi pengangguran. Sedangkan tujuannya dalam rangka memersiapkan tenaga kerja yang punya keterampilan, keahlian dan kompetensi di bidangnya. Atau berusaha mandiri  guna meningkatkan kemampuan produktivitas.

Adapun jenis pelatihan pencari kerja meliputi pelatihan keterampilan komputer, desain grafis, bahasa Inggris, menjahit dan keterampilan bordir. Kemudian keterampilan las listrik,  audio visual, pengolahan makanan, salon kecantikan dan keterampilan instalasi listrik.

Danang mengungkapkan, ada sejumlah keuntungan dari pelatihan kerja berbasis kompetensi. Antara lain kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten lekas tersedia. Ini berkat adanya pelatihan yang diselenggarakan lembaga pelatiha semacam BLKPP DIY.

Bagi pencari kerja yang minim keterampilan  dapat ditingkatkan kompetensinya. Baik kemampuan kognitif, pemahaman nilai maupun norma terkait (etika). Dengan demikian, upaya pelatihan diarahkan demi meningkatkan kompetensi seseorang secara komprehensif menuju individu yang paripurna. Calon tenaga kerja dapat menambah ilmu terkait materi pokok maupun ilmu materi penunjang.“Calon tenaga kerja dapat memperoleh pengalaman dalam praktik lapangan,” katanya. Di samping itu, calon tenaga kerja bisa saling bertukar pendapat dan pengalaman dalam diskusi kelompok. Berpikir secara terbuka serta cerdas untuk menyampaikan ide-idenya.

Di bagian lain, Danang mengatakan, sesuai undang-undang, pelatihan kerja didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja. Lalu produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu. “ Sesuai  jenjang dan kualifikasi pekerjaan,” terang dia.

Sedangkan pelatihan berbasis kompetensi  berupa pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sesuai standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja. (kus/mg2)