SLEMAN – Pelaksanaan hari pertama geladi bersih ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA sederajat terpaksa ditunda hari ini. Itu setelah hari pertama geladi bersih yang sedianya dijadwalkan Senin (11/3) menemui kendala. Server tiba-tiba down, sehingga siswa terkatung-katung.

”Akhirnya, pelaksanaan (geladi bersih hari pertama, Red) digeser pada hari Rabu (13/3) setelah ujian akhir sekolah,” jelas Kepala SMA N 1 Pakem Kristya Mintarja di sela memantau pelaksanaan hari kedua geladi bersih.
Berbeda dengan hari pertama, hari kedua geladi bersih kemarin tampak berjalan lancar. Seperti yang terlihat di SMA N 1 Pakem. Dua sesi dalam geladi bersih berjalan lancar.

”Ada 159 siswa yang ikut,” sebutnya.
Kendati begitu, pengalaman buruk hari pertama itu mendorong SMA N 1 Pakem mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya, menambah server. Kristya menyebut saat ini ada empat server yang dipersiapkan.
”Semula hanya tiga,” ujarnya.

Antisipasi lain adalah menambah jumlah perangkat komputer. Menurutnya, sekolah menambah lima unit perangkat komputer cadangan. Dengan begitu, tiga ruangan yang dipersiapkan sebagai tempat UNBK saat ini dilengkapi 40 unit perangkat komputer.

”Kami juga menyiapkan genset untuk antisipasi jika listrik mati,” lanjut Aristya menggaransi koneksi internet berjalan lancar.
Dalam kesempatan itu, Aristya menyinggung bahwa belum semua SMA sederajat di Kabupaten Sleman mampu melaksanakan UNBK. Di antaranya sekolah yang terletak di lereng Merapi.

”Ada dua siswa dari SMTK Kadesi Cangkringan yang menumpang karena terkendala jaringan internet,” bebernya.

Kepala SMA N 1 Depok Subagyo mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pelaksanaan hari pertama geladi bersih di sekolah yang dipimpinnya juga gagal. Jaringan komputer sebagian siswa tak terkoneksi dengan server.

”Ada pula yang mengalami tiba-tiba muncul pemberitahuan pembaharuan saat siswa hendak memulai geladi,” tuturnya. (har/zam/tif)