GUNUNGKIDUL – Tahun politik membuat para anggota dewan super sibuk. Turun ke bawah. Menyapa konstituen. Untuk pencitraan sekaligus mencari dukungan suara. Untuk Pileg 2019. Pada 17 April mendatang. Kesibukan dewan di lapangan justru berdampak pada ketugasan mereka sebagai wakil rakyat. Ruang paripurna dewan menjadi kerap lowong. Seperti terjadi di Kondisi serupa juga terjadi di kantor DPRD Gunungkidul, Senin(11/3).

Rapat paripurna hanya dihadiri 27 dewan dari total 45 anggota. Padahal agenda rapat saat itu cukup krusial. Membahas tiga rancangan peraturan daerah (raperda). Yakni Raperda Perubahan Perseroda BDG, Raperda Pengujian Kendaraan Bermotor, dan Raperda Perubahan Retribusi Kendaraan Bermotor.

Ketua DPRD Gunungkidul Demas Kursiswanto mengatakan, sebagian dewan yang tak hadir mengirimkan surat izin. Sisanya tanpa keterangan alias membolos. Dia memastikan semua anggota dewan telah mendapatkan undangan rapat paripurna. Ihwal dewan absen atau membolos, Demas menduga mereka sibuk kampanye. “Kemungkinan mereka tidak hadir karena membagi jadwal dengan kampanye,” bebernya.

Demas menyesalkan sikap dewan yang lalai akan ketugasannya. Sementara produk perundang-undangan yang dibahas bertujuan mengatur hidup bersama, melindungi hak dan kewajiban manusia dalam masyarakat, serta menjaga keselamatan dan tata tertib masyarakat di daerah.

Demas menegaskan, rapat paripurna sudah terjadwal. Seluruh wakil rakyat seharusnya bertanggungjawab mengikuti berbagai proses kegiatan yang telah diagendakan melalui Badan Musyawarah. “Termasuk mengikuti pembahasan-pembahasan yang berlangsung,” ujarnya.

Sekretaris DPRD Gunungkidul Agus Hartadi menyatakan, setiap agenda kegiatan kedewanan selalu disertai undangan tertulis. Undangan dikirim langsung kepada yang bersangkutan. Kendati demikian, undangan tersebut tak bisa memaksa dewan untuk hadir. Sekretariat dewan tak berwenang mengintervensi tugas dewan. Namun hanya mencatat kehadiran dewan dalam setiap rapat. Rapat bisa dilaksanakan jika jumlah peserta mencapai kuorum.

Sebaliknya, jika tingkat kehadiran dewan tak mencapai kuorum, rapat akan ditunda. “Rapat paripurna penyampaian nota dinyatakan kuorum jika dihadiri separo anggota dewan plus satu,” jelasnya.

Sedangkan rapat paripurna penetapan produk hukum harus dihadiri sedikitnya dua pertiga dari total anggota dewan. “Dalam tata tertib dewan sudah ada aturannya,” ungkap Agus.

Mengenai etika kedewanan, lanjut Agus, ada Badan Kehormatan. Yang bertugas memotivasi anggota dewan untuk berangkat. Bahkan menjatuhkan sanksi kepada dewan yang tak menjalankan ketugasan sesuai tata tertib.

Kondisi serupa terjadi di DPRD Bantul Jumat (8/3). Dari total 45 dewan, ruang rapat paripurna hanya diisi 16 orang yang hadir tepat waktu. Sisanya molor. Sidang paripurna hanya dihadiri 19 anggota dewan. Rapat paripurna DPRD Bantul kerap molor lebih dari dua jam. Karena dewan terbiasa ngaret.

Padahal rapat paripurna kali itu juga penting. Agendanya penyampaian penjelasan Raperda Prakarsa Bupati Triwulan I Tahun 2019. itu hanya dihadiri kurang dari separo anggota dewan.

”Hadir 16 orang, izin dua orang, dan 27 tidak hadir,” jelas Sekretaris DPRD Bantul Prapta Nugraha membacakan daftar absensi saat rapur dibuka.

Daftar presensi berubah di tengah persidangan. Bertambah tiga orang.

Dari pantauan Radar Jogja, Fraksi PDI Perjuangan menjadi penyumbang wakil rakyat yang mbolos terbanyak. Dari 12 anggota, hanya dua yang hadir. Yakni, Pramu Diananto Indratriatmo dan Sugeng Sudaryanta. Kendati demikian, fraksi terbesar di dewan itu masih ”kalah” dibanding Fraksi PKB. Lantaran tak ada satu pun anggota fraksi partai yang dibidani Gus Dur itu hadir.

Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PAN yang hadir masing-masing empat orang; Fraksi Partai Golkar tiga orang; Fraksi PPP tiga orang; Fraksi PKS satu orang; dan Fraksi Nasional Bintang Demokrat dua orang.

Wakil Ketua I DPRD Bantul Nur Subiyantoro menyatakan, anggota dewan membolos bukan hal baru. Bahkan pimpinan DPRD kerap harus menunggu kehadiran anggota dewan lainnya. Sebagaimana kasus di Gunungkidul, Nur menduga, banyaknya koleganya yang membolos karena pilih kampanye untuk pencalegan.(gun/zam/yog/mg2)