JOGJA – Mantan General Manajer PSIM Jogja Ahmad Syauqi Soeratno menjadi kandidat tunggal ketua umum (ketum) Asprov PSSI DIJ. Selain ketum, jabatan calon wakil ketum pun diisi calon tunggal dalam bursa pengurus baru di konferensi luar biasa (KLB) PSSI DIJ yang digelar 24 Maret mendatang.

Munculnya nama Syauqi memang mengejutkan. Sebab, mantan ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) ini sempat digadang-gadang menjadi sosok yang pantas menakhodai organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Saat dihubungi, Syauqi masih minim bicara terkait pencalonannya. ”Saya belum bisa berkomentar terkait hal itu,” ujarnya.

Selain calon ketum dan waketum, sembilan nama pun akan berebut jabatan anggota eksekutif komite (Exco) PSSI DIJ. Calon-calon anggota exco didominasi oleh pengurus Askot PSSI Kota Jogja.

Ada empat nama pengurus Askot PSSI Jogja yang masuk dalam calon anggota exco. Mereka yakni, ketua Askot Jogja Muhammad Irkham, dan tiga pengurus Askot Jogja lainnya yakni Suparijan, Siswanto, dan Anggar Kaswati.

Calon lainnya yakni, Muhammad Zulkhan (Askab Sleman), Jumantoro (Askab Kulonprogo) dan Sabtuhari (Askab Gunungkidul). Dua nama di luar pengurus Askab yakni Affan Kurniawan dan sekretaris umum PSIM Jogja, Jarot Kestawa. Ketua Askab PSSI Sleman, Wahyudi Kurniawan pun maju dalam bursa ini.

Anggota Komite Pemilihan (KP) KLB Asprov PSSI DIJ Kuncoro Magkunegoro menjelaskan, untuk proses KLB diikuti oleh 11 nama calon tetap. Dari calon ketum dan waketum, hanya ada satu personel yang mengajukan diri.”Tidak ada banding, semua dianggap lolos,” kata Armando dalam keterangnya, Senin (11/3).

Dijelaskan, dengan adanya satu nama calon di jabatan calon ketum dan waketum komite pemilihan menawarkan kepada peserta kongres sebagai aklamasi. Pelaksanaan aklamasi harus disetujui oleh 18 peserta.

Jadi, jelasnya, bila ada satu anggota voters yang menolak kesepakan atau aklamasi, komite pemilihan akan tetap melaksanakan proses pemilihan. Bila dari hasil pemilihan, suara voters 50 persen plus satu menyetujui hasil, dua calon tersebut resmi menjadi ketum dan waketum. ”Jadi bila tidak sesuai dengan jumlah, akan dilakukan proses perekrutan ulang,” katanya.

Ketua KP KLB DIJ Armando Pribadi menjelaskan, dari sembilan calon anggota exco akan dipilih lima. Dari sejumlah calon, tidak ada perwakilan dari Askab PSSI Bantul.

Armando menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai pihak. Termasuk jajaran pengurus yang ada di Askab Bantul. ”Mereka sudah kami hubungi. Namun ada yang memutuskan tidak mengembalikan formulir pendaftaran,” jelasnya.(bhn/din/mg2)