JOGJA – Memasuki pertengahan Maret, PSIM Jogja belum juga melakukan pembentukan tim. Manajemen Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja bahkan harus memutar otak untuk mengganti beberapa pemain inti telah hijrah ke klub lain.

Ya, lantaran belum ada juga kepastian dan pergerakan manajemen, sejumlah pemain PSIM Jogja musim lalu terpaksa hijrah ke klub lain. Ada nama-nama tenar yang sudah memastikan diri menjadi bagian klub lain. Sebut saja Riskal Susanto, Ismail Haris, dan Fandy Edy (Persiba Balikpapan), Supriyadi (Perseru Serui), Crah Angger (Persis Solo), dan Hendika Arga Permana (Bogor FC).

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menjelaskan, telah menghubungi beberapa pilar yang hendak dipertahankan. Namun, lantaran PSIM belum melakukan persiapan, para pemain itu memilih bergabung dengan klub lain.”Kalau kondisinya seperti ini, otomatis kami harus cari pemain lain,’’ Erwan, Senin(11/3).

Dijelaskan, untuk mengganti pemain inti yang telah pergi, besar kemungkinan tim pelatih tidak akan mencarinya lewat proses seleksi terbuka. Dengan kondisi semakin mepet jelang kompetisi, tidak akan banyak waktu untuk melakukan seleksi terbuka.

Erwan, sebelumnya sempat meminta kepada jajaran direksi, agar pembentukan tim, serta seleksi bagi pemain incaran, bisa dilangsungkan 28 Februari lalu. Dengan harapan, awal Maret ini bisa melaksanakan latihan. ”Patokannya kan kompetisi mulai Mei, ya memang kalau harus dengan seleksi terbuka, waktunya cuma terbuang untuk itu. Sementara kami harus kejar-kejaran untuk menyusun program latihan,” terangnya.

Saat disinggung mengenai pemaksimalan talenta lokal seperti yang dilakukannya dalam tiga musim terakhir bersama PSIM, Erwan belum bisa memberi kepastian. Menurutnya, hal tersebut masih menunggu keputusan dari calon investor yang akan masuk ke PSIM. ”Saya diminta rekomendasikan 11 pemain lama dulu, nanti digabung dengan pemain incaran investor. Tapi, ke depannya seperti apa, kami belum tahu,” jelasnya.

Ya, dari informasi, PSIM Jogja saat ini tengah mempersiapkan untuk menghadapi Liga 2 Indonesia mendatang dengan menggaet investor anyar. Diharapkan, investor tersebut nantinya menjadi darah segar yang akan membiayai operasional Laskar Mataram. Termasuk, merealisasikan ambisi naik kasta Liga 1.”Kalau sudah beres baru dilakukan proses pemanggilan pemain,” kata Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Sri Kestawa.

Fandy Edy mengatakan, sebelumnya telah medapatkan kabar dirinya menjadi pemain yang akan dipertahankan di skuad Laskar Mataram untuk musim depan. Dikarenakan sampai dengan kemarin belum ada kejelasan dari manajemen Laskar Mataram, pemain yang pernah berkostum PSM Makassar memrioritaskan tawaran manajemen Persiba Balikpapan. “Persiba saya lihat lebih serius. Di Persiba langsung kontrak,” kata Fandy dihubungi, Senin (11/3).(bhn/din/mg2)