JOGJA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIJ terus menggelorakan minat baca. Bukan hanya secara kontekstual namun manfaat dari membaca. Mulai dari topik ekonomi hingga kondisi social kemasyarakatan.

Kini menyinggung wirausaha. Bukan sekadar bisnis konvesional namun kekinian. Tentunya dengan menerapkan strategi yang tepat agar bisnis tetap berjalan konsisten.

“Bukunya kali ini yang diangkat bertajuk “Untung Puluhan Juta dari Bisnis Anti Expired”. Merupakan buku yang ditulis oleh Enggar Mahiswan. Di dalamnya mengusung strategi dan manajemen bisnis dari pelaku usahanya langsung,” jelas Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca Dinas Perpusatkaan dan Arsip Daerah DIJ Aris Widiyanto di balai Kelurahan Wirogunan Senin(11/3).

Aris berharap dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan minat baca. Terlebih ada manfaat lebih dari literasi yang dibaca. Termasuk diimplementasikan dalam rutinitas dunia usaha.

“Kelemahan saat melakoni bisnis adalah inkonsistensi. Strategi tidak berjalan sehingga usaha kukut dini. Nah dalam buku ini dibahas semua strategi tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujarnya.

Redaktur Pelaksana Buku Umum Penerbit Diva Press Utami Pratiwi mengungkapkan buku melalui riset panjang. Keterlibatan pelaku usaha benar-benar hadir dalam tulisan. Bahkan adapula strategi memulai usaha tanpa modal besar. Seperti memulai usaha dengan menjadi reseller. Hanya saja tidak hanya sekadar berjualan tapi melihat peluang dan strateginya.

“Jadi memang bukan sekadar teori tapi pengalaman para pelaku usaha yang kami bukukan. Lengkap dari teori, analisis hingga prakteknya. Mereka ini memulai dari nol dan mengetahui seluk beluk dan celah dalam memulai usaha,” jelasnya.

Staf Ahli DPRD DIJ Muhammad Iqbal Hardiyan menyambut positif program bedah buku. Mewakili anggota komisi D DPRD DIJ Yoserizal, dia mendorong agar peserta tergugah. Terutama untuk menerapkan konten dalam buku ini.

“Jika pendampingan dan pendakatan tepat maka minat baca masyarakat tinggi. Seperti kegiatan saat ini dimana mengusung tema bisnis. Ada teori, ada simulasi hingga prakteknya oleh pelaku bisnisnya langsung. Sangat tepat dan efektif,” ujarnya. (dwi/pra/mg3)