SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan melakukan rehabilitasi salah satu bangunan cagar budaya (BCB). Yaitu bangunan SMPN 1 Sleman yang ada di Jalan Bhayangkara 27 Medari, Caturharjo.
Anggaran yang disiapkan senilai Rp 1,8 miliar. Bersumber dari dana keistimewaan (Danais). Namun total anggaran untuk BCB ini sekitar Rp 2,9 miliar.

Rehabilitasi bangunan SMPN 1 Sleman masih dalam tahap perencanaan. Lelang pekerjaan tidak dilakukan di Pemkab Sleman, tapi di Pemprov DIJ. Pekerjaan itu diproyeksikan berlangsung lima bulan. “Sekarang baru proses revisi perencanaan yang sudah disusun beberapa waktu lalu,” kata Kepala Seksi Sejarah, Nilai, dan Tradisi Budaya, Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Anas Mubakhir Jumat (8/3).

Anas mengungkapkan, lelang tersenut dilakukan Pemprov DIJ. Sebab sistem anggaran di Sleman dengan Danais saat ini sudah tidak terkoneksi.
Sleman telah menggunakan sistem sendiri. Salah satunya sistem informasi kinerja penyedia (SIKaP). “Sehingga yang berkaitan proses lelang dan pengadaan proyek bersumber Danais ada di DIJ. Anggaran di luar APBD sudah tidak masuk sistem,” ungkap Anas.

Sesuai perencanaan, rehabilitasi bangunan konstruksi cagar budaya tersebut didominasi pekerjaan dan penggantian material. Terutama pada bagian genting dan kayu atap di bagian perkantoran. Bukan ruang kelas. Jumlah ruang yang direhabilitasi empat, dan pengerjaan dilakukan bergantian. ”Jadi, tidak seluruhnya direhabilitasi. Hanya pada kayu atap dan genting. Sesuai desain awal, yakni menggunakan genting kripik,” jelas Anas.

Bagian lain, seperti dinding dan kusen, tidak diganti. Pihaknya menilai kondisinya masih bagus. Danais akan dialokasikan Disbud Sleman untuk melanjutkan pembangunan cagar budaya Pendopo Kapanewon di area Kantor Kecamatan Tempel. ”Pendopo Kapanewon akan dibuat gerbang. Juga ada pembangunan landscape pada gedung Pegadaian di Tempel agar dapat dioptimalkan pemanfaatannya,” kata Anas.

Sekretaris Disbud Sleman, Edy Winarya menjelaskan, untuk 2019, Sleman mendapat jatah Danais Rp 54,037 miliar. Namun pada Maret ini kemungkinan akan ada perubahan nilai anggaran. Dari total Danais tersebut, sekitar Rp 38 miliar digunakan untuk pembangunan gedung Taman Budaya Sleman. Selebihnya untuk kegiatan masyarakat seperti atraksi budaya.

Edy mengatakan, pada 2018 pihaknya bisa menyerap 98 persen Danais. Sisanya, merupakan langkah efisiensi. “Kalau pelaksanaan fisik, pada 2018 semuanya terserap 100 persen,” kata dia. Pada 2019 pihaknya juga menargetkan hal serupa. “Target penyerapan Danais di atas 98 persen tahun ini,” kata Edy. (har/iwa/er/mg4)