JOGJA – Bayi cukup bulan pada awalnya akan kehilangan 5-10 persen berat badan waktu lahir. Tetapi akan meningkat kembali pada hari ketujuh hingga kesepuluh. Penambahan berat mencapai dua kali berat lahir pada usia 4-5 bulan. Dan tiga kali berat lahir pada usia 1 tahun. Selama 3 bulan pertama bayi harus mencapai penambahan berat 25-30 gram/hari. Pada usia 3-6 bulan bayi harus mencapai penambahan berat badan 20 gram/hari. Sementara bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun mengalami penambahan berat badan 12 gram/hari.

Kekurangan gizi dan malnutrisi berat dan berkepanjangan bisa mengakibatkan dampak negatif terhadap pertumbuhan anak. Pun demikian perkembangn kognitif anak di masa depan. Sebanyak 27 persen bayi mengalami gangguan gagal tumbuh selama satu tahun pertamanya.

Gagal tumbuh paling sering didiagnosis pada usia 1-2 tahun. Ditandai tidak adanya peningkatan berat badan maupun panjang badan anak. Pada grafik pertumbuhan anak tampak berada di bawah persentil 3. Sehingga akhirnya dapat didiagnosis dengan perawakan pendek.

Bayi prematur dengan berat lahir rendah berpotensi gagal tumbuh. Efek perkembangan tubuhnya jangka panjang. Pada usia delapan tahun, anak-anak ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan memiliki nilai kognitif lebih rendah dibandingkan bayi prematur yang tidak mengalami gagal tumbuh. Kemampuan akademis mereka juga lebih buruk dibandingkan bayi prematur yang tak mengalami gagal tumbuh.

Seorang anak dikatakan mengalami gagal tumbuh jika grafik pertumbuhan berat badannya mengalami penurunan lebih dari 2 persentil utama (3, 10, 25, 50, 75, 90, 97).

Gagal tumbuh bukanlah suatu diagnosis. Tetapi merupakan gejala dari pelbagai penyakit yang dikelompokkan sebagai gangguan asupan makanan, gangguan absorbsi makan, serta penggunaan energi yang berlebihan. Gagal tumbuh awalnya ditandai adanya penurunan berat badan yang tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Atau kurangnya penambahan berat badan pada bayi dan anak. Kondisi ini akan diikuti dengan pertambahan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur.

Ada dua penyebab anak mengalami gagal tumbuh. Yakni organik dan non organik. Penyebab organik mewakili 30 persen dari semua kasus gagal tumbuh yang disebabkan proses penyakit mayor atau disfungsi organ. Sedangkan gagal tumbuh non organik (70 persen), disebabkan oleh pengaruh lingkungan, kurangnya asuhan fisik, dan emosional.

Seorang dokter harus mengetahui kecepatan tumbuh dan peningkatan berat badan normal. Sebelum mendiagnosis anak telah mengalami gagal tumbuh. Kecepatan pertumbuhan normal pada usia 0-6 bulan sebesar 32 cm/tahun. Sedangkan anak usia 6-12 bulan (16 cm/tahun). Anak umur 1-2 tahun (10 cm/tahun). Lalu anak 3-4 tahun (7-8 cm/tahun), dan anak 5-10 tahun (5-7 cm/tahun).

Anak yang didiagnosis hipotiroidisme memerlukan terapi pengganti hormon tiroid. Demikian pula bila anak didiagnosis kekurangan growth hormone. Diperlukan terapi pengganti hormon pertumbuhan.

Prognosis untuk mencapai pertumbuhan dewasa tergantung dari penyebab gagal tumbuh itu sendiri. Intervensi dini sangat penting dilakukan sebelum terjadinya penutupan epifisis, yang mengakibatkan berakhirnya proses pertumbuhan.

Orang tua harus memiliki kesabaran ekstra dan telaten dalam merawat anak yang mengalami gagal tumbuh. Peran orang tua sangatlah penting demi kesembuhan sang buah hati. Cinta dan kasih sayang orang tualah yang akan menguatkan anak untuk memperbaiki kondisinya.

Sementara itu, tindak lanjut secara ketat harus dilakukan di ruang periksa dokter. Termasuk evaluasi tinggi (atau panjang) dan berat badan. Intervensi multidisipliner, termasuk kunjungan keperawatan di rumah, harus dipertimbangkan. Untuk memperbaiki pertambahan berat badan anak. Serta hubungan orang tua dan anak. Juga perkembangan kognitif anak.

Konseling gizi dan panduan antisipatif yang sesuai pada setiap kunjungan anak-anak dapat membantu mencegah beberapa kasus gagal tumbuh.(*/yog/mg4)