JOGJA – Para mitra driver menolak keras kebijakan penghapusan subsidi di aplikasi Go-Jek, karena dinilai akan mengurangi jumlah orderan para driver. Para driver yang bergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) melakukan demo ke kantor Gojek Jogja, Jumat (8/3).

VP Corporate Affairs Gojek Michael Say mengatakan, kebijakan ini diambil karena untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. “Dengan kebijakan ini kami ingin driver memiliki pendapatan yang berkelanjutan. Kebijakan ini akan menjaga keberlangsungan ekosistem industri dan Gojek secara menyeluruh.Subsidi dihilangkan untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan ujungnya dapat menjaga keberlangsungan pendapatan driver,” jelasnya saat ditemui di salah satu hotel di Jogjakarta.

Michael juga menyampaikan, dengan penhapusan subsidi ini akan mengurangi munculnya aplikasi tuyul (orderan fiktif dan rekayasa lokasi GPS) atau orang yang nitip dengan menggunakan tambahan aplikasi.

Dia juga yakin hal ini akan meningkatkan pelayanan mitra driver kepada pelanggan Gojek karena nilai yang lebih tinggi tersebut. ”Jadi dari kami ingin adanya keseimbangan dalam ekosistem demand supply,” tegasnya.

Menurutnya, harus ada tiga hal yang harus dijaga yaitu kesejahteraan mitra, permintaan konsumen, dan ekosistem industri itu sendiri. Ketiganya tersebut harus seimbang dalam menjalankan industri.

Terkait penyampaian aspirasi, pihaknya mengaku sangat terbuka dan menerima. Menurutnya, tanpa melakukan aksi Go-Jek sudah menyediakan platform yang bernama Kopdar untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan para mitra itu sendiri. ”Jauh sebelum kebijakan ini juga sudah kami sampaikan dan sosialisasikan kepada mitra, apa alasannya dan tujuannya semua sudah disampaikan,” tuturnya. (ita/ila)