BANTUL – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul masih mencari formulasi yang pas untuk mendongkrak minat kalangan pemuda terjun dalam dunia pertanian. Lantaran animo kalangan pemuda terhadap dunia pertanian sangat rendah. Bahkan, ada kecenderungan terus menurun. ”Kondisi ini bisa berdampak pada regenerasi petani,” jelas Kepala Disperpautkan Bantul Pulung Haryadi di sela Wiwitan dan Panen Raya di Wonokromo, Pleret Jumat (8/3).

Di antara formulasi yang telah diterapkan adalah taruna desa. Menurutnya, sasaran taruna desa adalah kalangan pemuda. Praktiknya, dinas intens memberikan sosialisasi dan pemahaman betapa pentingnya mengembangkan dunia pertanian. Harapannya, agar mereka tertarik dengan dunia bercocok tanam. Dengan begitu, regenerasi petani dapat terus berjalan.

Hingga sekarang, pejabat yang tinggal di Banguntapan ini mencatat, ada 18 taruna desa se-Bantul. ”Karena memang taruna desa sudah diinisiasi beberapa tahun lalu,” ucapnya. Selain taruna desa, Pulung menyebut ada upaya lain. Yakni mengembangkan teknologi pertanian. Harapannya keberadaan alat mesin pertanian (alsintan) mendorong kalangan pemuda tak gengsi ketika membajak sawah. ”Alsintan juga membantu petani yang sudah sepuh,” ujarnya. Dari itu, Pulung berkomitmen meningkatkan bantuan alsintan kepada para petani. ”Tentunya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi B DPRD DIJ meminta agar proses pemberian bantuan kepada para petani dipermudah. Artinya, pemberian bantuan tanpa melihat kelompok tani sudah berbadan hukum atau belum. Toh, regulasi terbaru menekankan kelompok penerima bantuan harus berbadan hukum hanya bagi yayasan atau organisasi kemasyarakatan. ”Kelompok masyarakat yang menerima bantuan sebenarnya cukup teregister OPD (organisasi perangkat daerah atau surat keterangan. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah,” katanya. (cr5/zam/mg4)