JOGJA – Hujan lebat beberapa hari ini di wilayah di Jogjakarta mengakibatkan sejumlah closed circuit television (CCTV) mengalami gangguan sistem. Dari total 70 unit yang terpasang di sejumlah ruas jalan utama, sebagian di antaranya harus diperbaiki. ”Akibat gangguan cuaca,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIJ Rony Primanto Hari Kamis (7/3).

Akibat hujan angin beberapa hari ini, menyebabkan bergesernya arah CCTV. Termasuk di salah satu sudut ruas jalan Kota Jogja yang menjadi wewenang pengelolaan UPT Malioboro. Namun Roni menginformasikan kini posisi beberapa CCTV sudah beroperasi normal seperti semula.

Rony menjelaskan, CCTV yang digunakan untuk memantau lalu lintas, dikelola oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda) sesuai dengan kewenangannya. Untuk Pemprov DIJ, pengelolaan tersebut berada di bawah wewenang Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ.

Hingga kini ada 70 buah CCTV yang dikelola Dishub DIJ. Sedangkan CCTV yang dikelola oleh Pemkot Jogja ada 30 buah. Kemudian untuk CCTV yang memantau tempat wisata dan objek strategis di bawah pengelolaan Diskominfo DIJ 10 unit. “Akan kami tambah 20 CCTV lagi pada tahun ini dengan kamera resolusi tinggi,” ungkap Rony.

Koordinator Forum Pemantau Independen Pakta Integritas (FORPI) Kota Jogja Baharuddin Kamba mengatakan, efektivitas pemasangan CCTV perlu terus dikaji dan diteliti. Khususnya di daerah-daerah rawan kecelakaan atau kemacetan. “Jika dalam hasil kajian atau penelitian tersebut menunjukkan efektivitas yang bagus, CCTV tentunya sangat membantu,” tutur Kamba.

Senada dengan Rony, Kamba pun merasa perlu adanya penambahan CCTV di titik-titik tertentu. Misalnya di kawasan Malioboro ataupun tempat-tempat wisata. Sebab menurutnya fungsi CCTV tak hanya untuk mengetahui kepadatan lalu lintas. Tetapi juga sebagai petunjuk jika terjadi kejahatan. Tempat-tempat yang dipetakan rawan terjadinya tindak kriminal misalnya, perlu juga dipasang CCTV. “Sehingga tidak hanya kenyamanan yang tercipta, tapi juga keamanan,” katanya. (cr9/din/mg4)