JOGJA — Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April mendatang, keharmonisan hidup masyarakat ikut terganggu. Karena itu beberapa pihak berupaya untuk menggalakkan aksi pemilu damai. Salah satunya oleh Laskar Harokah Islamiyah.

Bekerja sama dengan TNI dan POLRI, Laskar Harokah Islamiyah ingin turut aktif mendorong sikap damai jelang Pemilu 17 April. Tujuannya agar suasana kondusif di masyarakat terus terjaga. “Kami mendukung Pemilu damai agar saling tercipta kerukunan, keamanan, dan ketertiban,” ujar Ketua Laskar Harokah Islamiyah Budi Santoso, saat ditemui dalam acara Sarasehan dan Silaturahmi Kebangsaan, Mendukung Pemilu Damai 2019, di Alun-alun Utara Rabu (6/3).

Budi mengatakan, meski masyarakat memiliki perbedaan pilihan politik dan pandangan, namun hal itu diharapkan tidak mengurangi sikap saling menghargai. Sebagai salah satu ormas Islam di Jogjakarta, Laskar Harokah Islamiyah berupaya bergerak dalam dakwah. Melalui sikap amar maruf nahi munkar, ormas tersebut mengajak masyarakat untuk meciptakan ketentraman dan kedamaian, khususnya di Jogjakarta.

Budi pun menyerahkan semua pilihan politik kepada masyarakat. Baginya, siapa pun yang dipilih oleh masyarakat merupakan hak asasi masing-masing individu. Terlebih, hak memilih itupun telah diatur oleh negara.

Ditemui di tempat yang sama, pembina Harokah Islamiyah sekaligus tokoh masyarakat Syukri Fadholi mengungkapkan, semua masyarakat berkewajiban menjaga situasi kehidupan bangsa. “Termasuk dalam Pemilu,” pintanya.

Melalui Pemilu yang damai, tertib, dan aman, diyakini mampu melahirkan demokrasi yang berkeadilan. Mantan Wakil Wali Kota Jogja itu mengungkapkan, upaya-upaya keadilan dan kedamaian itu pun perlu dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Tak hanya ormas, tapi juga masyarakat, bahkan media. “Apa pun masalahnya, kita punya kewajiban moral untuk menjaga keamanan dan ketentraman,” tuturnya.

Dia bahkan telah mengimbau kepada Kapolda DIJ agar bisa mengumpulkan semua elemen. Baik Pemerintah Daerah, Parpol, dan semua pihak, agar bersama-sama mengatur strategi dan siasat agar Pemilu berjalan dengan baik. Dia pun mewanti-wanti masyarakat agar mampu menepis berita hoax, agar tidak mudah terpancing pandangan-pandangan negatif. “Jangan sampai perbedaan pandangan dijadikan permusuhan,” sarannya. (cr9/pra/mg4)