JOGJA – Setiap masa kampanye, wilayah Ngabean di Ngampilan selalu menjadi lokasi bentrokan antar pendukung partai politik. Tapi warga di sana sudah bosan dengan kondisi itu. Mereka pun mendeklarasikan untuk menciptakan Ngampilan Berkarakter, Berbudaya, Aman, dan Rukun.

Pembacaan deklarasi dilakukan dalam temu warga Ngampilan di kantor Kecamatan Ngampilan, Rabu malam (6/3). Dalam kegiatan cipta kondusif ini, Pemkot Jogja, TNI, pihak kepolisian, dan para tokoh masyarakat se-Kecamatan Ngampilan melakukan kesepakatan dengan penandatanganan bersama untuk mewujudkan situasi aman dan nyaman.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, aman serta nyaman. Hingga menjelang pelaksaanan pemilu 17 April mendatang. Apalagi, lanjut dia, Jogja dimasukkan 10 besar wilayah rawan. “Saya meminta masyarakat  bersama-sama menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif,” ujarnya.

Menurut dia, pesta demokrasi adalah pesta di mana orang untuk memberi kesempatan untuk menunjukkan pendapat nya. Digelar pula kampanye untuk proses penyampaian visi misi. Juga untuk mencari simpati kepada masyarakat agar masyarakat memberikan empati. “Karena itu saat kampanye harus mengedepankan kesantunan dan kesabaran agar warga memberikan empati,” paparnya.

Sebagai antisipasi kerawanan, HP meminta agar aparatur wilayah yakni camat dan lurah untuk mengoptimalkan organisasi yang berada di kewilayahan. “Karang Taruna, LPMK, dan orginasasi kewilayahan kami kerahkan untuk perkuat keamanan dan ketertiban,” pintanya.

Kapolresta Jogja Kombespol Armaini mengatakan wilayah yang selalu terjadi konflik akan susah membangun. Dirinya mencontohkan di Aceh selama konflik tidak bisa membangun. “Bahkan yang sudah ada dihancurkan, baru setelah ada kesepakatan damai kini baru bisa membangun,” ujar pria kelahiran Tanah Rencong itu.

Karena itu Armaini meminta untuk jangan mempermasalahkan masalah yang kecil. Karena semua punya banyak persamaan. “Cuma sedikit aja perbedaan, lalu untuk apa perbedaan yang sedikit itu dipermasalahkan jika persamaan begitu banyak,” pesannya.

Petugas keamanan, jelas dia, tidak akan mampu menangani persoalan kalau bukan dari internal masyarakat itu sendiri yang harus menjaga kondusifitas. “Jadi mari sudahi hal-hal yang berbau konflik hentikan dan akan berdampak kemajuan wilayah itu sendiri intinya jaga kondisi kondusif bersama,” katanya.

Sementara itu Komandan Kodim 0734 Jogja Letkol Infantri Wiyata, mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalin kemitraan serta mengajak masyarakat untuk bersama sama pihak TNI, Kepolisian, dan Pemkot Jogja untuk menciptakan situasi yang aman dan damai, jelang Pemilu 2019.

“Bulan depan akan dilaksanakan Pilpres, maka dari itu kami meminta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan nyaman, dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya. (cr8/pra/mg4)