SLEMAN – Kelompok penyandang disabilitas di bawah Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) mengunjungi sejumlah instansi di Pemkab Sleman, Selasa(5/3). Langkah tersebut juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota di DIJ.

Targetnya untuk mewujudkan Jogja Akses pada 2024. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2012.

Program Advisor Ohana, Risnawati Utami mengatakan, Sleman adalah wilayah kedua di DIJ yang mendapat kunjungan setelah Kota Jogjakarta. Kunjungan tersebut dilakukan dengan bentuk audiensi dan meninjau fasilitas umum pendukung untuk penyandang disabilitas. Di antaranya Bappeda Sleman, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum Sleman.

“Audiensi dengan pejabat terkait mengenai perwujudan akses disabilitas di setiap instansi yang dikunjungi,” jelas Risna, Selasa(5/3).

Usai melakukan peninjauan, Risna mengatakan, masih banyak instansi yang belum aksesibel terhadap penyandang difabel. Di antaranya belum memiliki meja pelayanan yang mudah dijangkau, running text, toilet mudah akses, pintu mudah diakses, dan penerjemah bahasa isyarat.

Bagi Risna, keberadaan penerjemah dan running text sangat diperlukan untuk membantu penyandang bisu dan tuli. Fasilitas yang aksesibel tidak hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Perempuan hamil dan lanjut usia (lansia) memerlukan fasilitas yang mudah diakses.

“Namun saya mengapreasiasi atas apa yang telah diupayakan. Yakni membenahi fasilitas yang mudah kami akses,” kata Risnawati.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Sleman, Suparmono mengakui, belum ada petugas penerjemah isyarat di Dinsos Sleman. Oleh karena itu, pelayanan menjadi rumit saat dihadapkan dengan masyarakat penyandang disabilitas bisu dan tuli.

Suparmono telah mengusulkan adanya petugas penerjemah bahasa isyarat. Terutama untuk disediakan di bagian pelayanan.

Kepala Dinas PU Sleman, Sapto Winarno menjelaskan, bangunan baru yang nantinya di bawah kendali Dinas PU aksesibilitas untuk penyandang disabilitas telah diperhatikan. Selain itu, untuk Kantor dan Gedung yang belum memenuhi kriteria, akan dilakukan pembenahan agar mudah diakses setiap orang.

“Pantauan di lapangan sudah dilakukan. Untuk pembenahan juga akan segera dilakukan,” jelas Sapto. (cr7/iwa/mg2)