SLEMAN – Gedung Museum Gunung Merapi (MGM) yang terletak di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem kondisinya memprihatinkan. Beberapa bagian atap bolong. Sehingga bocor saat hujan.

MGM yang terletak di Lereng Merapi tersebut memang menjadi ikon pariwisata Sleman. Termasuk untuk mengedukasi masyarakat terkait mitigasi dan sejarah Gunung Merapi.

Namun, kondisi MGM yang terbengkalai itu sudah terjadi sejak 2017. Masalahnya juga hampir sama. Atap bocor dan pemanfaatan ruangan kurang maksimal.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Aji Wulantara mengakui kondisi MGM yang kurang terawat tersebut. Sebab untuk perawatan, pihaknya harus bekerjasama dengan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung.

“Belum maksimal perawatannya. Karena bangunan itu belum diserahterimakan kepada Pemkab Sleman. Jadi pengelolaannya masih dilakukan bersama,” kata Aji, Selasa (5/3).

Dikatakan, pengelolaan MGM belum sepenuhnya ada di bawah dinasnya. Dia belum bisa melakukan perbaikan secara langsung dan harus menunggu pihak kementerian terlebih dahulu.

“Padahal, kalau bisa 100 persen pengelolaan di dinas kami, bisa menganggarkan dengan dana keistimewaan (Danais) untuk perawatan dan perbaikannya,” ungkap Aji.

Dikatakan, pihaknya menargetkan pada 2019 bisa mengelola MGM secara penuh. Saat ini pihaknya tengah menunggu proses pengajuan dokumen ke Kementerian Keuangan.

“Prosesnya sudah dari 2018. Tapi semoga bisa lebih cepat. Dan 2019 bisa sepenuhnya menjadi aset Sleman,” kata Aji.

Dikatakan, lahan seluas 3,4 hektare yang digunakan MGM merupakan aset Pemkab Sleman. Sedangkan bangunan seluas 4.470 meter persegi dibangun oleh Pusat. “Nanti di belakang bangunan MGM itu, karena ada lahan yang luas, akan ada pengembangan lagi,” kata Aji.

Kabid Dokumentasi dan Sarpras, Disbud Sleman, Wasita menambahkan, saat ini pihaknya terus menggenjot kunjungan wisatawan ke MGM. Caranya dengan memperbanyak acara di MGM.

“Ada berbagai macam pertunjukan. Seperti cokekan, musik, dan dialog kebudayaan,” kata Wasita.

Pada 2019, pihaknya optimistis bisa mencapai target kunjungan 275 ribu wisatawan ke MGM. Dia yakin ke depan MGM akan tetap diminati. “Wisata itu segmented, jadi MGM ini pasti ada pengunjungnya. Terutama anak sekolah yang ingin belajar tentang Gunung Merapi,” kata Wasita. (har/iwa/mg2)