BANTUL – Banyaknya koran bekas dimanfaatkan Dede Affian Surya untuk membuat furnitur. Kreativitas pria lulusan S1 Desain Interior Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja itu didapat setelah nongkrong di angkringan. “Pada 2018 pas di angkringan saya nemu bungkus nasi kucing koran tahun 2007, dari situ baru sadar ternyata kertas koran berpuluh-puluh tahun masih ada wujudnya dan belum dimanfaatkan maksimal,” ungkapnya saat ditemui belum lama ini.

Dede kemudian mulai mencoba secara otodidak cara memanfaatkan atau pengolahan koran bekas tersebut. Selang berapa bulan, Dede memberanikan diri mengikuti pameran Bioartnergy di salah satu universitas di Jogja dengan mengenalkan karya furniture kursi berbahan koran bekas. Dede berhasil meraih Penghargaan Best Masterpiece dalam pameran ini.

Pembuatannya pun cukup unik. Untuk satu dudukan kursi Dede membutuhkan 1.000-1.500 lembar koran bekas yang sudah dipressing selama dua minggu sampai kering dan dilapisi bahan anti air agar lebih awet. Lembaran koran tersebut yang dijadikan sebagai pengganti kayu dalam furnitur karyanya.
“Dalam pembuatannya masih dibutuhkan kayu dan besi sebagai bahan pendukung, tapi koran bekas ini bisa meminimalisir penggunaan kayu,” paparnya.

Furnitur hasil buatan Dede ini pun memiliki nilai seni yang tinggi, karena masih memperlihatkan keaslian si koran lengkap dengan berita dan foto di dalamnya.”Memang sengaja, pengen ekspos kalau ini benar-benar koran yang diubah fungsinya menjadi bahan furnitur (kayu),” katanya.
Ke depan Dede ingin karyanya tersebut bisa dipublikasikan ke masyarakat dan bisa dipesan oleh siapa saja. (*/ita/pra/mg4)