BANTUL – Aksi kawanan pencuri belakangan kian nekat. Seperti kawanan pencuri yang menggondol aki alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). Delapan unit aki APILL di sejumlah simpang empat diketahui raib. Padahal, aki yang berfungsi sebagai penyuplai listrik APILL itu tersimpan di boks khusus yang terkunci. Letaknya juga berada di pinggir jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Aris Suharyanta mengungkapkan, raibnya delapan unit APILL itu diketahui Jumat (1/3). Saat pegawai dishub melakukan pemantauan area di salah satu simpang empat.
”Mereka melihat kotak aki terbuka. Gembok beserta akinya hilang,” jelas Aris saat dihubungi Selasa (5/3).

Delapan unit aki yang raib itu berada di empat lokasi. Yakni, Simpang Empat Jetak, Simpang Empat Gose, Simpang Empat Palbapang, dan Simpang Empat Manding. Aris menyebut total kerugian Rp 36 juta. Itu dengan asumsi harga aki Rp 4 juta per unit. ”Sebagian milik pemprov. Sebagian milik pemkab,” ucap Aris menyebut dishub telah melaporkan pencurian ini ke Polsek Bantul.

Menurutnya, fungsi aki sangat penting. Itu untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik. Dari itu, dishub kemarin mulai memasang aki cadangan.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, pejabat yang tinggal di Bangunharjo, Sewon, ini mengatakan, dishub memperketat keamanan. Tidak hanya menutup pintu boks aki dengan cor las, dishub juga intens melakukan pemantauan.

Kapolsek Bantul Kompol Munawar Sam mengatakan, dishub baru melapor kemarin siang. Namun, Munawar berjanji segera menindaklanjutinya.
”Kami akan mengecek CCTV (circuit closed television) yang terpasang di beberapa titik,” katanya. (cr6/zam/mg4)