Grup band Guyon Waton dan Om Wawes bukan hanya sukses di channel Youtube. Band pendatang baru itu pun berhasil menghibur anak-anak berkebutuhan khusus. Keramahan personelnya membuat dua band itu dijuluki sebagai inspirator penyandang disabilitas.

GUNAWAN, Gunungkidul

SEKITAR pukul 10.30 beberapa minibus memasuki halaman parkir Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Gunungkidul Selasa (5/3). Satu-persatu penumpang turun dari mobil. Sebagian besar mengenakan kaus warna gelap.

Mereka menenteng peralatan musik. Seperti gitar, biola, dan perkusi. Berjalan menuju aula. Derap langkah mereka disambut riuh anak-anak SLB, guru, hingga para wali murid. Grup band Guyon Waton dan Om Wawes memang sedang jadi idola. Lagu hits seperti Korban Janji dan Penak Konco bahkan mampu dihapal di luar kepala oleh anak-anak SLB.

Kedatangan personel dua grup band asal Kota Jogja ke Gunungkidul itu nyaris tanpa rencana. Berawal dari rekaman video anak SLBN 1 Gunungkidul yang sedang menyanyikan lagu-lagu band tersebut. Tak mau menunggu lama, agenda jumpa fans pun segera dijadwalkan.

“Jadi belum lama ini drumer kami melihat video Penak Konco featuring Guyon Waton dinyanyikan oleh anak-anak (SLB N 1 Gunungkidul, Red) pada saat jam belajar. Kami senang dengan video itu hingga memutuskan untuk datang ke sini,” ungkap vokalis Om Wawes Dian Ganjar Prabowo.

Dalam kesempatan itu seluruh anggota band berbagi pengalaman bermusik. Kalimat “kekurangan jangan jadikan beban,” jadi kata kunci dalam bermain musik. Terbukti karya-karya mereka bisa diterima oleh semua kalangan.

Bertemu fans cukup membuat haru Faisal Bagus Ibrahim, vokalis Guyon Waton. Dia bahkan sempat meneteskan air mata ketika berinteraksi dengan anak-anak SLB. Dia haru saat mengetahui langsung lagu Korban Janji ternyata sangat familier. Apalagi saat itu seorang murid, Muhammad Kelvin Aditama sempat berduet dengan Bagus dan Dian. Kelvin membawakan lagu Korban Janji dengan begitu apik dan merdu. “Iya, terharu sepertinya saya itu kurang bersyukur melihat anak-anak di sini. Semoga kedatangan kami menjadi penyemangat anak-anak untuk bermain musik,” kata Bagus.

Kelvin sendiri mengaku sangat senang bisa bertemu idolanya. Apalagi bisa menyani bareng. “Sangat senang, sangat bahagia. Saya juga bisa foto-foto bareng idola,” ujarnya.

Guru-guru SLBN 1 Gunungkidul tak kalah apresiatif. Mereka turut menyenandungkan setiap lagu yang dinyanyikan Guyon Waton maupun Om Wawes. “Semoga kegiatan nyanyi bareng bisa menginspirasi anak-anak didik dalam bermain musik,” harap Maungguh Kasmawan, salah seorang guru.“Kebetulan kami juga memiliki studio musik. Sehingga sangat tepat sekali,” lanjutnya.(yog/mg4)