Iman atau amalan keagamaan, jika tidak didasarkan kepada ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam, hanyalah seperti bangunan di atas pasir, atau sekuat sarang labah-labah, datang ribut tumbanglah ia. Jika iman atau agama didasarkan pada ilmu, bukan sahaja akan mengukuhkan peribadi orang yang berkenaan, malah akan memberi kesejahteraan kepada manusia dan alam.

Sepenggal tulisan di atas merupakan bagian dari buku yang ditulis oleh Wan Mohd Nor Wan Daud. Buku yang berjudul “Budaya Ilmu Makna dan Manifestasi dalam Sejarah dan Masa Kini” merupakan karya terbaru. Buku dicetak pada tahun 2019 masih edisi terbatas. Belum disebarkan secara luas. Buku yang diterbitkan oleh Center for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilisation (CASIS) dan Himpunan Keilmuan Muslim (HAKIM)   secara spesial diberikan kepada saya dan tim.Mendapatkan buku tersebut tentu merupakan suatu kehormatan tersendiri.

Mengingat lahirnya buku yang menggunakan bahasa melayu ini merupakan esensi dari pengembaraannya mengarungi lautan ilmu pengetahuan. Esensi dari suatu karya ilmiah yang lahir dari buah pemikiran yang serius, penuh penghayatan, idealis, tetapi tetap membumi dan berpijak pada realitas.

Kesungguhan menjaga aura intelektulitas paling tidak bisa dilihat dari lokasi rumahnya yang jauh dari gemerlap duniawi. Sepi. Dan berada di pinggiran. Sebagai bukti untuk menuju kediaman Wan Mohd Nor Wan Daud menempuh perjalanan yang rumit. Butuh waktu satu setengah jam dari Kuala Lumpur.

Tidak ada transportasi umum ke rumahnya. Sehingga harus menggunakan transportasi on line. Untuk menggunakan jasa transportasi on line ternyata tak gampang. Barangkali driver transportasi on line mempertimbangkan lokasi. Dia akan rugi kalau hanya mengantar ke lokasi karena jarak yang lumayan jauh. Problem juga terjadi saat pulang. Satu rombongan tak dapat tranportasi on line. Tak ada driver yang mendekat. Barangkali jarak yang cukup terpencil menjadikan driver enggan datang. Sehingga Wan Mohd Nor Wan Daud sendiri mengantarkan sampai halte terdekat agar tim mudah mendapatkan transportasi.

Rumitnya menuju rumah Wan Mohd Nor Wan Daud terbayar sudah. Berada di rumah itu menumbuhkan pikiran dan hati menikmati kesejukan. Asri. Banyak tanaman hias di sana-sini. Menambah nyaman. Arsitektur rumah lebih banyak ruang terbuka menyatu dengan alam. Suasana seperti ini tentu menjadi idaman banyak orang yang bekerja dengan dunia pemikiran. Tenang. Hening. Menjadi energi positif untuk berkontemplasi melahirkan karya.Aura kecendekiaan terasa di rumah guru besar ini.

Bukannya tanpa resiko tinggal di daerah yang belakang rumah banyak pepohonan  rimbun. Bahkan boleh dibilang masih hutan. Sang empu rumah bercerita sering tamu tak diundang masuk. Yang dimaksud tamu tak diundang adalah hewan liar penghuni hutan belakang rumah. Ular. Biawak. Macan. Jenis hewan ini pernah masuk.

Meski ada tantangan. Ada peristiwa hewan liar masuk ke area, bagi Wan Mohd Nor Wan Daud, rumah itu merupakan rumah istimewa. Tempat subur  menanam karya. Hasilnya dapat dipanen oleh ilmu pengetahuan.

Rumah itu memang sepi bukan hanya dilihat dari aspek lingkungan.  Benar-benar sepi. Karena yang mendiami hanya Wan Mohd Nor Wan Daud dan istri. Anak-anak beliau bertempat tinggal di daerah lain. Sepinya rumah dimanfaatkan sebagai rumah pendidikan oleh pemilik.

Bisa disebut sebagai rumah pendidikan. Karena Wan Mohd Nor Wan Daud merupakan sosok terbuka untuk menerima tamu yang ingin belajar padanya. Orang-orang yang berasal dari negerinya maupun tamu-tamu asing dipersilahkan menginap. Dirinya senang kalau ada tamu yang menginap. Selain suasana rumah menjadi lebih ramai. Orang yang belajar lebih fokus. Diskusi bisa berlangsung lebih intensif. Ilmu yang diperoleh menjadi cepat terserap.

Makanya Wan Mohd Nor Wan Daud menerima saya dan tim di rumah. Ini merupakan kebiasaan yang sering dilakukannya. Dan diterima di rumah membuat kami tersanjung. Belum lama berada di rumah itu telah banyak mendapatkan ilmu.

Sebentar bincang-bincang dengan Wan Mohd Nor Wan Daudsudah banyak ilmu yang membanjiri wawasan kami. Setiap mutiara kata yang disampaikan memiliki hikmah yang luar biasa. Alhamdullilah. Merasa bersyukur Allah SWT telah  mengantarkan saya dan rombongan berada di Rumah Pendidikan ini.

Penulis adalah dosen Fakultas Psikologi UAD