GUNUNGKIDUL – Tindakan asusila yang melibatkan ayah tiri lagi-lagi terjadi. Kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Semin. Sumarwan, seorang aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul tega mencabuli anak tirinya, As, 17. Dengan menggerayangi payudara dan pahanya. Parahnya lagi, perilaku bejat pria berusia 59 tahun itu berjalan hampir selama dua tahun.

Wakapolres Gunungkidul Kompol Verena Sri Wahyuningsih mengungkapkan, Sumarwan mulai mencabuli As pada 2016. Bermula saat As mengalami depresi berat. Saking beratnya, As sempat diperiksakan oleh keluarganya di salah satu rumah sakit di Klaten, Jawa Tengah.

Dengan backround sebagai ASN di lingkungan Kemenag, Sumarwan menawarkan agar As dirukiah. Namun, rukiah yang ditawarkan pria berkumis itu ternyata hanya modus. ”Itu (rukiah) dilakukan ketika ibu korban sedang tidak berada di rumah,” jelas Verena di Mapolres Gunungkidul, Senin (4/3).

As semula tidak menaruh curiga dengan metode rukiah ayah tirinya. Meski ayah tirinya itu ketika merukiah selalu menggerayangi bagian tubuh sensitifnya. Seperti payudara dan paha.

Menurut Verena, As hanya bungkam dengan perilaku bejat ayah tirinya itu. Meski ayah tirinya berulang kali melakukannya. As berani buka suara perihal aksi bejat tersebut kepada keluarganya akhir tahun lalu. ”Kemudian, 29 Januari 2019 keluarga lapor ke polres. Akhir Februari 2019 (Sumarwan) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan,” ujarnya.

Pelaku yang mendekam di tahanan Mapolres Gunungkidul ini dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan As yang mengalami depresi berat mendapat pendampingan intensif dari berbagai pihak terkait.

Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Aidi Johansyah ketika dikonfirmasi membenarkan perihal kasus pencabulan yang membelit anak buahnya. Dia menyesalkan sekaligus telah mengambil tindakan tegas. Dengan mengusulkan pemberhentian sementara Sumarwan sebagai ASN. ”Jadi, hak-haknya sebagai PNS ya dicabut, sampai nanti dia mempunyai putusan hukum yang jelas,” ujarnya. (gun/zam/mg4)