JOGJA – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIJ punya nakhoda baru. Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhanegara terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah luar biasa (musdalub) yang digelar di gedung KONI DIJ Minggu (3/3). Dengan begitu, suami GKR Bendara ini bakal mengambil tampuk kepemimpinan Pordasi DIJ dari kakak iparnya, GBPH Yudhaningrat. Di mana seharusnya berakhir pada 2021.

KPH Yudhanegara menyadari segudang pekerjaan rumah telah menanti. Apalagi, Pordasi DIJ dalam dua tahun terakhir vakum. Namun, dia menekankan, agenda yang paling urgent saat ini adalah membentuk kepengurusan baru. Pembentukan kepengurusan Pordasi Kota Jogja dan Kulonprogo, contohnya. Agenda itu harus dikebut lantaran bulan depan digelar turnamen Pakualam.

”Rencana, turnamen digelar 28 April,” jelasnya.

”Nanti 16 Juni ada Pakualaman Cup dan 17 November Piala Raja Hamengkubuwono X,” tambahnya.

Dari itu, KPH Yudhanegara merasa perlu mengadakan konsolidasi. Apalagi, Ketua KONI DIJ Djoko Pekik Irianto telah mematok target PON 2020. Yakni, minimal satu medali emas.

”Ini tantangan buat kami. Kami akan berikan yang terbaik untuk Pordasi, khususnya DIY,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Djoko Pekik berharap kepengurusan dapat segera terbentuk agar berbagai event dapat terlaksana dengan baik. Terutama untuk porda dan Pra-Kualifikasi PON.

Hingga sekarang, Djoko menyebut cabang olahraga berkuda dalam porda masih tentatif.

”Bukan tidak mungkin ada perubahan, sehingga kami tetap harus menyiapkan diri. (cr10/zam/mg4)