JOGJA – Hendika Arga mencabut keputusannya pensiun dari dunia sepak bola profesional. Mantan kapten PSIM Jogja ini secara resmi bergabung dengan klub promosi Liga 2 Bogor FC. Kabar pemain asal Bantul berkostum Bogor FC diketahui melalui akun ofisial skuad Laskar Kujang.

Di tempat barunya, Arga akan bergabung bersama sejumlah mantan pemain PSS Sleman, seperti Ichsan Pratama dan Aditya Putra Dewa.

”Lima musim yang luar biasa, terima kasih kepada semua pihak untuk pengalamannya dan mengajarkan saya segala sesuatu yang luar biasa. Mohon maaf apabila saya selama ini ada salah yang kurang berkenan kepada semuanya dan belum bisa memberikan yang terbaik bagi PSIM,” tulis Arga dalam akun medsosnya.

Dia pun memberi doa kepada tim asal Jogjakarta itu meraih sukses di kancah sepak bola nasional.

”Rezeki ke depan tidak ada yang tahu. Menikmati skenario mu ya Allah,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemain yang identik dengan nomor punggung 8 tersebut menyatakan mundur dari sepak bola profesional. Keputusan itu diambil setelah beberapa saat bergabung bersama PSS Sleman di babak delapan besar.

Sejauh ini, pemain yang mengawali karir amatir di MAS Jogja ini enggan mengungkapkan ke publik perihal keputusan kontroversi tersebut. Dia memilih bungkam dan menghindar dari wartawan. Namun, sejumlah kabar menyebutkan keputusan kontroversi tersebut akibat tekanan dari pihak-pihak tertentu yang kecewa sang pemain pindah ke klub rival. Apalagi, PSIM Jogja dan PSS merupakan rival yang selama ini bertarung menjaga gengsi.

Keputusan Arga akan kembali ke ranah sepak bola profesional sebenarnya sudah berembus kencang. Sejumlah kabar angin menyebut Kas Hartadi, yang ketika itu menangani Kalteng Putra tertarik mendatangkan pemain berposisi sebagai gelandang tersebut. Namun ternyata, Arga memutuskan berlabuh ke tim Liga 2 Bogor FC.

Sementara itu, manajer PSIM Jogja musim lalu Erwan Hendarwanto mengapresiasi langkah Arga kembali ke sepak bola. Menurutnya, Arga memiliki prospek masa depan yang cerah. Apalagi masih dalam masa usia produktif di sepak bola.

”Saat dia memtuskan pensiun saya kan sudah bujuk dia untuk membatalkan. Tapi keinginan dia seperti itu saya tidak memaksa dan menghormati apa yang dia putuskan,” katanya.

Saat disinggung sang pemain tak lagi merapat dengan PSIM Jogja, menurutnya, hal tersebut keputusan sang pemain yang harus dihargai.

”Kepindahan pemain ke klub lain hal biasa. Semoga dia sukses di sana,” harapnya. (bhn/zam/mg4)