JOGJA – Di saat anak-anak lainnya menghabiskan libur akhir pekan dengan bermain game atau jalan-jalan ke mal, ratusan anak-anak datang ke Pendapa Kepatihan Pakualaman Jogja. Mereka asyik bermain permainan tradisional.
Di kampus Akper Notokusumo itu mereka mengikuti lomba dolanan anak yang digelar dalam rangka peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman, Minggu(3/3).

Antusiasme para peserta juga tampak dari wajah anak-anak. Dengan bermain permainan tradisional dan diiringi alunan musik yang juga tradisional, penampilan mereka tampak meriah.

Pengageng Kawedanan Budaya Kadipaten Pakualaman, KPH Indrokusumo mengatakan pilihan lomba dolanan anak tersebut sesuai dengan visi misi Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA PA X, yaitu sebagai pengembang kebudayaan. Itu diucapkannya dalam Sabda Dalem saat dinobatkan 2016 lalu. “Salah satunya adalah melalui permainan tradisional anak-anak ini,” katanya.

Indrokusumo menambakan, lomba dolanan anak ini sendiri telah dilakukan bebrapa kali. Tapi pada tahun ini yang membedakan adalah pembatasan usia yang sesuai dengan anak-anak yang boleh mengikuti. Dia juga menyebut permainan tradisional dipilih sebagai upaya nguri-uri.
“Maksudnya adalah mengenalkan kembali kearifan lokal budi pekerti di dalam permaianan itu agar tidak ditinggalkan, harus ada beberapa variasi karena anak-anak zaman sekarang tidak bisa lepas dari gadget,” katanya.

Ada 17 kelompok dari Sekolah Dasar maupun Sanggar Tari yang mengikuti Lomba Dolanan Anak. Pesertanya bersal dari Jogjakarta dan Jawa Tengah, seperti Purworejo, Magelang dan Muntilan. “Dengan persiapan yang hanya sebulan. Para anak-anak yang menampilkan sesuatu dengan sangat memukau,” paparnya.

Nantinya para pemenang lomba akan mendapatkan uang pembinaan kelompoknya dan teropi penyerahannya pada tanggal 9 maret ini bersama-sama dengan kegiatan yag lainnya “Berharap mereka bisa berkarakter Indonesia bukan karena gadget yang bkan karakter Indonesia, mengenal budaya Indonesia dan dirinya sendiri,” tambahnya. (cr8/pra/mg2).