BANTUL – Sekolah Sepak Bola (SSB) Baturetno, Bantul menjadi runner up di turnamen Manajer Persib Bandung untuk kelompok usia (KU) 9 di Bandung, 23-24 Februari lalu. SSB Baturetno kalah dari Tandang Soccerschool Sumedang melalui adu penalti dengan skor 2-3.

Meski gagal menjadi nomor satu, kapten tim Haidar dinobatkan menjadi pemain terbaik di ajang tersebut.  Pelatih SSB Baturetno Syafril Harahap mengatakan, secara permainan anak asuhnya mampu mengimbangi lawannya di final. Namun harus diakui, timnya kalah berentung dari SSB asal Sumedang Jawa Barat.”Hanya kami kurang beruntung di adu penalti,” jelasnya.

Di sana, SSB Baturetno harus bersaing dengan sejumlah SSB dari berbagai wilayah di tanah air. Dia pun mengaku cukup bangga atas penampilan skuadnya hingga mampu melaju ke final. Selain itu, kompetisi tersebut juga meniadi laga perdana bagi anak asuhnya menjalani laga di luar DIJ.”Ke depan saya harap anak-anak ini mau terus berlatih dan rendah hati untuk jadi pemain bola profesional,” terangnya.

Pendiri SSB Baturetno Sambudiana menjelaskan SSB Baturetno mengirimkan dua tim ke ajang tersebut. Selain KU-9 pihaknya juga mengirimkan tim KU-8. “Yang umur 8 tahun gagal di babak delapan besar,” jelasnya.

Raihan prestasi yang diraih, diakui memang di luar dugaan. Sebab, sejak awal tidak ada target khusus yang diberikan kepada para pemain.  “Target awal kan cari pengalaman. Malah kita dapat runner up dan pemain terbaik, itu menjadi capaian terbaik,” kata mantan pria yang pernah menjabat sebagai asisten pelatih di Persiba Bantul itu. (bhn/din/mg4)