JOGJA – Beragam merek kosmetik luar negeri mulai membanjiri Indonesia. Sebut saja, China, Korea, dan Jepang. Ketiganya merupakan negara pensuplai merek kosmetik terbesar di Indonesia.

Tak ingin terbawa arus, Martha Tilaar Group, lantas membuat inovasi baru dengan membuka unit usaha, bernama PT. Cedefindo, perusahaan yang memfasilitasi perusahaan besar ataupun perseorangan, untuk membuat kosmetik sesuai keinginan mereka.

Head Corporate Communication Martha Tilaar Group, Palupi Candrarini mengatakan, tak ingin masyarakat Indonesia menjadi konsumtif, pemegang merek sekaligus founder Martha Tilaar Group, Martha Tilaar memiliki visi mempertahankan produk lokal dengan kualitas internasional.

“Kecintaannya kepada Indonesia lah yang membuat Bu Martha begitu peduli dengan Indonesia. Di usianya yang tak lagi muda, beliau masih sangat semangat untuk memikirkan bagaimana memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa ini,” ujar Palupi kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Berbeda dengan perusahaan kosmetik yang memproduksi dan menjual kosmetiknya secara corporate dengan label yang selaras dengan keinginan perusahaan, Cedefindo justru membuka peluang bagi perseorangan menjadi pengusaha kosmetik ala dirinya sendiri. Dimana label, konsep, dan warna kosmetiknya sesuai keinginan pelanggan.

“Sejauh ini pelanggan kami ada dari berberapa kalangan. UMKM, artis, ibu-ibu muda, bahkan mahasiswa yang memiliki follower ribuan. Selain itu klien Cedefindo ini juga ada yang dari corporate. Bahkan, merek-merek kosmetik luar negeri yang tidak ingin membuka pabrik di sini, pesannya ke sini,” tuturnya.
Tak hanya melayani pembuatan produk, Cedefindo juga melakukan pendampingan usaha terhadap klien mereka. Pendampingan dilakukan secara berkala sampai benar- benar mandiri.

“Sejak awal Martha Tilaar berkomitmen mengedepankan potensi lokal. Baik dalam hal alam, hingga SDM-nya. Mengacu kepada empat pilar beauty culture, empowering woman, beauty education, dan beauty green, Martha Tilaar dapat terus eksis hingga saat ini,” jelasnya.

Direktur Utama PT.Martina Berto, Tbk Bryan Tilaar menambahkan, inovasi menjadi tuntutan industri kosmetik. Bila tidak mengikuti tren, bisnis kecantikan akan tertinggal. “Untuk itu, Martha Tilaar  terus melakukan riset dan inovasi dalam membesarkan perusahaannya,” ujarnya. (obi/met/jko/mg2)