Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY tengah menjalankan kegiatan Padat Karya Infrastruktur. Pelaksanaan padat karya yang dilakukan di kabupaten dan kota se-DIY dinilai memiliki banyak dampak di masyarakat.  “Padat karya infrastruktur itu merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Nuryadi, Kamis(28/2).

Dengan pemberdayaan itu diharapkan dapat menekan angka penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin. Kemudian dapat memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Kemudian meningkatkan asesibilitas masyarakat terhadap pusat-pusat layanan sosial dasar. Juga meningkatkan kualitas dan kuantitas pengembangan masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Konkretnya kegiatan padat karya infrastruktur itu berhasil menyerap tenaga kerja,” katanya. Penyerapan tenaga kerja itu berarti pula memperluas kesempatan kerja melalui penciptaan lapangan kerja.“Masyarakat mendapatkan banyak manfaat,” lanjut anggota dewan yang mewakili Dapil Gunungkidul ini.

Terkait manfaat, Nuryadi menyebutkan dengan padat karya berhasil menciptakan pekerja sementara yang dapat menambah penghasilan masyarakat. Terbangunnya sarana dan prasarana infrastruktur pedesaan yang menunjang tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi daerah.

Berikutnya, terbangunnya rasa solidaritas kegotongroyongan yang tinggi di masyarakat. “Padat karya infrastruktur juga berhasil meningkatkan daya beli masyarakat dan terciptanya perputaran keuangan di daerah,” sambungnya. Lebih penting lagi, dengan padat karya akan mencegah urbanisasi masyarakat desa ke kota.

Seperti diketahui, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY dalam rangka mendukung kebijakan Pemda DIY mengurangi angka pengangguran di DIY melaksanakan kegiatan padat karya infrasturtur. Mekanismenya melalui bantuan keuangan khusus (BKK) ke kabupaten dan kota se-DIY.

Sasaran padat karya infrastruktur adalah pemberdayaan masyarakat penganggur, setengah penganggur, masyarakat miskin dan masyarakat rentan. Yakni korban pemutusan hubungan kerja (PHK), mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Rata-rata mempunyai latar belakang pendidikan SD hingga SLTP.

Dengan kegiatan padat karya infrastruktur, Nuryadi berharap dapat meningkatkan k perekonomian. Terutama di kantong-kantong kemiskinan, mengurangi penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin.

Selain itu dapat meningkatkan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. Juga terpeliharanya kearifan lokal. “Kearifan lokal itu berupa semangat gotong- royong di masyarakat sebagai warisan bangsa yang harus tetap dijaga,” tegas Nuryadi.

Dia sepakat ke depan kegiatan padat karya infrastruktur diperluas. Baik cakupannya maupun jumlah tenaga kerja yang akan dilibatkan. Dia optimistis dengan padat karya itu akan mampu menggerakan perekonomian warga sekaligus meningkatka kesejahteraan masyarakat. (kus/mg2)