Prestasinya sebagai pemain voli membuka jalan bagi Bripda Syifa Putri Sakura menjadi polisi wanita (Polwan). Meski masih bermain voli, Syifa juga fokus menjalankan tugasnya di Ditlantas Polda DIJ.
“Voli sekarang masih jalan meski sudah jadi Polwan. Tapi intensitas memang berkurang. Apalagi sekarang otot ligamen sedang cedera,” ujar dara kelahiran Bantul 8 Juni 1996 itu.

Kini Syifa berusaha mewujudkan semangat kepolisian. Salah satunya melalui jargon professional, modern dan terpercaya (Promoter). Untuk menempatkan diri sebagai sosok yang tegas namun tetap mengayomi dan melindungi masyarakat.

Khususnya pada bidangnya, terkait pelanggaran berlalulintas. Selain menindak tegas, Syifa juga harus tetap mengedukasi para pengedara. “Bagaimana berkomunikasi dengan karakter orang yang berbeda-beda. Pesan yang disampaikan sampai dan tugas sebagai seorang Polwan bisa dijalankan,” kata anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Syifa mengaku di keluarga besarnya tidak ada yang menjadi polisi. Justru mayoritas di voli. “Memang ada panggilan hati untuk mendaftar jadi Polwan. Kagum dengan sosok polisi yang melindungi dan mengayomi masyarakat,” jelasnya.

Dara cantik ini awalnya seorang atlit pra PON dan PON 2012 mewakili kontingen Papua. Kepindahannya ke Jogjakarta, saat membela tim voli Polwan Popsivo dia menemukan kesempatan. Memiliki prestasi di bidang olahraga membuatnya tertarik mengikuti seleksi personel bhayangkara jalur telenskoting.
Jalan Syifa menekuni profesi polwan seakan terbuka lebar. Kedua orangtuanya memberikan dukungan penuh untuk mengikuti seleksi. Bahkan dukungan terus mengalir saat menjalani pendidikan dan pelatihan.

Profesinya saat ini menjadi Polwan membuatnya sering menerima curhat dari warga. Khususnya bertanya tata cara menjadi seorang anggota polisi. Syifa akan menjelaskan tata urutan dari seleksi, diterima hingga pelatihan. Meski dirinya diterima menjadi polisi melalui jalur yang berbeda. Tidak sedikit pula dia mendengar cerita gagal saat mencoba.

“Tetap semangat, optimis dan terus mencoba. Meski gagal bukan berarti berhenti dan patah semangat. Jika ada niat, upaya mewujudkan pasti jalan bisa terbuka,” ujarnya. (dwi/pra/mg2)