KANDANG ayam yang berada di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM merupakan kerja sama (hibah) PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Kandang ayam ini, biasa dikenal dengan istilah closed house, dan menggunakan berbagai perlengkapan modern yang canggih sesuai dengan semangat era industri 4.0.
Kandang ini berfungsi sebagai research farm dan studi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan UGM yang berminat di bidang perunggasan, khususnya ayam broiler dengan sistem pemeliharaan yang modern.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ali Agus, DEA, DAA, IPU menjelaskan, sistem operasional yang digunakan kandang ayam ini sudah modern, meliputi tempat pakan yang sudah otomatis (pan feeder/augermatic) dengan tempat penampung pakan (hopper), tempat minum menggunakan nipple drinker, inlet yang terdapat sistem pendingin (coolingpad) dan tirai inlet, outlet yang terdapat 5 kipas (exhaust), pemanas (heater) otomatis, dan panel operasional menggunakan Vento II.

“Tata letak closed house ini membujur dari arah timur ke barat, dengan ukuran bangunan 52m (48m floorspace, dan 4m gudang pakan) x 8m, kapasitas 6.000 ekor atau density 15-16 ekor/m2,” jelasnya. Berkaitan dengan operasionalisasi kandang, closed house mulai operasional Periode I pada 6 November 2018 dengan populasi 6.000 ekor. “Strain ayam broiler yang digunakan, yaitu Cobb dengan rata-rata berat 49 gram yang dikirim dari hatchery Purwokerto (Rawalo),” paparnya.

Selama pemeliharaan, pakan yang digunakan terdiri tiga macam, yaitu S-00 Booster (Umur 1-7, Crumble I), S-11 (Umur 8-21, Crumble II), dan S-12 (Umur 22-35, Pellet). Berdasarkan pemeliharaan ayam broiler pada periode I, didapatkan hasil sebagai berikut; mortalitas actual 2,3% (138 ekor) (< standar 3,79%) selisih -1,490%, total pakan 314 sak (15.700 kg), rata-rata umur panen 29 hari dengan berat rata-rata 1,86 kg/ekor, total berat panen 10.920,10 kg (5.862 ekor), FCR (Feed Convertion Ratio) actual 1,438 (< standar 1,569) selisih -0,131, dan mendapatkan IP (Indeks Performa) 436 (> standar 346) selisih 90.

Untuk Periode II, mulai operasional 15 Desember 2018 dengan populasi 6.100 ekor. Strain ayam yang digunakan sama dengan Periode I, yaitu Cobb dengan rata-rata berat 48 gram, yang dikirim dari hatchery Tegal (Pakulaut). “Pakan yang digunakan selama pemeliharaan, sama dengan Periode I tiga macam, yaitu S-00 Booster, S-11, dan S-12,” tandasnya.

Berdasarkan pemeliharaan ayam broiler pada periode I didapatkan hasil, sebagai berikut; mortalitas actual 3% (187 ekor) (< standar 3,79%) selisih -0,790% , total pakan 322 sak (16.100 kg), rata-rata umur panen 29 hari dengan berat rata-rata 1,9 kg/ekor, total berat panen 11.259,20 kg (5.927 ekor), Fcr (feed convertion ratio) actual 1,430 (< standar 1,579) selisih -0,149, dan mendapatkan IP (indeks performa) 444 (> standar 351) selisih 93. “Berdasarkan hasil panen Periode I dan II dapat disimpulkan bahwa indeks performa dari kedua periode diatas rata-rata dan mendapat predikat excellent(>400),” pungkas Prof Ali. (*/jko/mg4)