SLEMAN – Sungguh malang nasib Andreas Sigit, 38. Ingin membeli motor baru, hanya mendapatkan kuitansi palsu. Kuitansi yang dia terima hanya ditulis tangan, walaupun capnya resmi diler Yamaha.

Dia mengaku ditipu oleh Kepala Cabang Yamaha Harpindo Jaya Mlati. Sigit mengaku telah menyetor sejumlah Rp 27 juta untuk membeli N-Max. “Dari yang saya tahu bukan hanya satu orang saja yang kena tipu,” kata Sigit, Rabu (27/2).

Oleh karenanya, dia meminta agar pihak Harpindo Jaya bisa bertanggung jawab. Paling tidak mengembalikan uang yang telah dia setor.

“Ya saya minta pertanggung jawaban, kan itu transaksinya di diler dan yang menerima juga kepala cabang, artinya kan masih karyawan diler juga,” tuntutnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Harpindo Jaya Mlati Indra Gamaliel, warga Umbulharjo mengaku terpaksa melarikan uang konsumen lantaran sudah menyetujui akan memberikan sponsor untuk perlombaan. Padahal, dari Pusat belum memberikan persetujuan.

“Ini salah saya di kontrol, di pembukuan tidak ada paraf saya tapi memang penerimaan saya mengetahui,” kata Indra.

Terkait kuitansi yang diterima konsumen, Indra juga berkilah jika sebelumnya tidak ada masalah. “Dari beberapa tahun yang lalu tidak ada masalah (menggunakan kuitansi tertulis),” kata dia yang sudah bekerja selama 8 tahun di Harpindo Jaya.

Lebih lanjut, uang hasil penggelapan itu digunakan untuk mensponsori berbagai perlombaan. “Ya karena kantor tidak acc untuk sponsorship dan saya terlanjur mengiyakan,” kata dia.

Indra juga diketahui tidak hanya menggelapkan uang dari satu konsumen saja. Melainkan 10 konsumen. Total kerugiannya mencapai Rp 223 juta. Dan diduga masih ada lagi korban lainnya.

Indra diancam pasal 374 tentang penggelapan dengan pemberatan. Ancaman hukuman lima tahun penjara. (har/iwa/mg2)