GUNUNGKIDUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul sedang gencar-gencarnya menggelar razia. Sasarannya, kendaraan angkutan umum barang maupun penumpang. Itu merespons berbagai informasi masyarakat. Salah satunya perihal kendaraan bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang.”Juga merespons info pelajar yang naik di atas atap angkutan pedesaan (angkudes),” jelas Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Bayu Susilo Aji saat dihubungi Rabu (27/2).

Bayu menegaskan, hal itu tak dibenarkan. Lantaran dapat membahayakan keselamatan penumpang. Apalagi, berdasar data Polres Gunungkidul, kecelakaan lalu lintas di Bumi Handayani disebabkan human error.
Dalam sekali razia, Bayu menyebut, petugas tidak sedikit menilang sopir angkutan barang. Lantaran mereka menggunakan kendaraannnya untuk mengangkut penumpang.”Kami tak ingin kecelakaan yang menewaskan banyak penumpang terulang,” tegasnya.

Selain razia, dishub juga berencana menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan. Menurutnya, penyuluhan dan sosialisasi melibatkan polsek setempat. Salah satu sasarannya sekolah.”Jadi, kami menindaklanjuti informasi adanya pelajar naik di atap mobil,” ujarnya.

Berdasar data Unit Laka Satlantas Polres Gunungkidul, pada 2018 ada 127 kasus laka lantas di Gunungkidul. Mayoritas disebabkan human error. ”Satu (pengendara) di antaranya meninggal dunia,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Gunungkidul AKP Sony Yuniawan. (gun/zam/mg4)