Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang berdiri sejak tahun 2016  kini terus berkembang sesuai visi yang dimiliki. Yaitu menjadi prodi yang berkompeten dan berkarakter dalam bidang ilmu komunikasi yang berbasis teknologi digital dan industri kreatif di Indonesia pada 2024.

Ketua Prodi Ilkom UTY Andri Prasetyo Yuwono menjelaskan, untuk melaksanakan visi, pihaknya berkomitmen menyelenggarakan pendidikan bermutu melalui sistem pendidikan terpadu. Terkait dengan kehumasan, journalism, broadcasting, dan marketing komunikasi.

Pemberian keterampilan dalam penggunaan alat-alat pendukung seperti kamera dan software editing juga diberikan. Tidak hanya memproduksi produk audio visual, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan riset pada manajemen dan bisnis media digital. “Mencoba mengikuti industri kreatif yang berkembang saat ini,” jelas Andri saat ditemui Radar Jogja di kampus UTY beberapa waktu lalu.

Tidak hanya melakukan perkuliahan di dalam kelas, Andri juga menerjunkan mahasiswanya untuk praktik secara langsung di masyarakat. Dengan hadir memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan program “Gerakan Ayo Cuci Tangan”. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa untuk mensosialisasikan manfaat cuci tangan kepada anak-anak TK di wilayah Sleman.

Selain itu, ada pula kerja sama yang dibangun dengan pihak pemerintan maupun non-pemerintah. Di antaranya kuliah lapangan dan kunjungan studi ke media. Selain itu juga ke industri dan instansi yang berkaitan dengan bidang ilmu komunikasi.

Ada pula kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman. Ini untuk mengupayakan sosialisasi literasi media digital yang berdampak pada pemahaman dan kepedulian terhadap kesetaraan hak perempuan dan anak.

“Kerja sama dengan universitas luar negeri juga dilaksanakan bersama Deakin University of Melbourne yang beragendakan kegiatan pertukaran informasi budaya dan bidang industri. Kerja sama ini juga memfasilitasi praktik ilmu komunikasi lintas budaya yang telah dipelajari mahasiswa,” tambahnya.

Andri menambahkan, untuk mendukung kemampuan teknologi digital dan bekerja dalam industri kreatif, dibentuklah klub mahasiswa. Seperti klub fotografi, film dan menulis. Klub didampingi dosen di setiap klub dan diikuti maahasiswa ilmu komunikasi.

Selain itu, kreativitas mahasiswa terus diwadahi dalam berbagai acara yang melibatkan para pakar. Tim dosen prodi  juga diminta aktif mendukung mahasiswa dalam meraih prestasi dan memotivasi selama masa kuliah. (cr7/laz/mg2)