BANTUL – Puluhan seniman muda yang tergabung dalam Aliansi Seniman Muda Jogja menggelar Rembug Nasional Seniman Muda. Salah satu topik bahasan terkait dengan antisipasi gerakan golput dalam Pemilu 2019 nanti.
Acara bertajuk Menyambut Pesta Demokrasi Dengan Riang Gembira dan Proklamasi Anti-Golput yang dihadiri puluhan anggota dari 20 kelompok seniman muda digelar di Kampoeng Mataraman Rabu (27/2). “Lewat kegiatan ini kami ingin mengajak teman-teman untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi April mendatang, mengkampanyekan anti golput,” ujar Ketua Panitia Hambar Riyadi.

Dalam acara Rembug Nasional tersebut dijelaskan apa yang menjadi masalah bangsa Indonesia saat ini. Juga ancaman yang masih melekat setelah orde baru. Pria yang akrab disapa Gigon ini juga menyampaikan beberapa keresahan yang ada di masyarakat. Seperti munculnya argumen-argumen vulgar dan fanatik dari kubu pendukung paslon. “Itu kan berdampak pada perpecahan, masyarakat seperti di adu domba, pesta demokrasi yang harusnya bebas, umum, dan rahasia sudah tidak ada lagi,” paparnya.

Dengan tidak golput, lanjut dia, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi kinerja pemimpin ke depan. Tapi apabila memilih golput masyarakat tidak punya hak mengkritisi dan mengaspirasi pemerintahan. Menurut Gigon, para golput nantinya bisa dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak bangsa ini. “Karena tidak mempunyai kontribusi dalam menggunakan hak suaranya,” kata dia.

Salah seorang peserta Ahmad Akbar Mustofa menilai kampanye Anti-Golput ini sangat bagus dan bermanfaat. “Dengan tidak golput kita bisa menyumbang suara jadi biar jelas siapa nanti presidennya. Secara langsung kita juga telah berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jadi ayo jangan golput,” tegasnya. (*/ita/pra/mg4)