JOGJA – Kawasan karst yang ada di wilayah selatan DIJ makin terancam karena pertambangan dan pariwisata. Kekhawatiran itu direspon Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jogjakarta dengan menggelar pameran Ecolab dengan tema  “Sebelum Semua Terjual” di kantor Walhi, Jalan Nyi Pembayun No.14A, Kota Gede Jogjakarta.

Pameran Ecolab tersebut menampilkan karya dari seniman Andre, ada pula dari Ikatan Mahasiswa Gunungkidul serta dari Nanang Saptopo dan ada beberapa dokumentasi kegiatan. “Pameran ini merespon keresahan Walhi. Kebetulan juga mempunyai ruang kecil yang dinamakan Ecolab,” ujar Nanang yang juga sebagai kurator pameran.

Pameran tersebut  melihat kawasan Karst yang esensial. Saat ini terancam karena pertambangan dan kedua industri pariwisata. Termasuk kawasan Jogjakarta yang  dijadikan sebagai investasi yang yang sangat luar biasa. Tapi dinilai mengabaikan kawasan-kawasan yang dilindungi dan kawasan-kawasan rawan bencana. Yang kemudian berdampak pada bencana ekologis terhadap pencemaran.

“Materi melihat kesiapan materi foto dan video yang paling masuk akal ya yang kars ini. kebetulan beberapa seniman IMG, mereka dua tahun yang lalu membuat semacam dokumenter pendek tentang situasi pembangunan di wilayah pantai seruni,” tambah Nanang.

Semua pameran yang dipamerkan merupakan hasil dari eksperimen dari masing-masing seniman. Praktisi Seni, Andre mengatakan karyanya memiliki pesan ada masalah besar dalam pengelolaan Negara. Pemerintah, jelas dia, justru bukan memprioritaskan hak warga untuk mengakses lingkungan yang sehat dan bersih. Bisa dilihat dari film video yang ada di pameran. “Mereka menjual situasi kota yang teratur dan bersih namun disisi lain mereka mengusir orang-orang yang berhak tinggal di sana,” ungkapnya. (cr8/pra/mg2)