SLEMAN — Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Muhammadiyah DIJ ke-XVII sukses dilaksanakan 23 sampai 24 Februari 2019 lalu. Anton Nugroho akhirnya terpilih sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah DIJ terpilih untuk periode 2018-2022.

Anton berhasil menyisihkan 23 kandidat calon ketua. Dalam kepemimpinannya akan tetap menegaskan Pemuda Muhammadiyah DIJ sebagai organisasi Islam pemuda yang tetap menjaga dakwah amar maruf nahi mungkar,” katanya minggu (24/2).

Begitu pula menyikapi pelaksanaan Pileg maupun Pilpres 17 April nanti. Secara tegas Anton mengatakan Pemuda Muhammadiyah DIJ netral. “Tetapi tidak lantas buta politik, sebaliknya aktif terhadap kondisi perpolitikan nasional,” jelas Anton yang dipilih oleh 11 orang formatur terpilih.

Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIJ periode 2014-2019, Iwan Setiawan mengaku pengurus wilayah Pemuda Muhammadiyah masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal gerakan dakwah. Tidak hanya sekadar mengisi pengajian. Namun berdakwah melalui ekonomi dan politik juga harus dilakukan. Pemberdayaan bagi UMKM bisa dilakukan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan menuntaskan salah satu PR yang dimiliki.

Sedangkan untuk PR lainnya adalah berkaitan dengan dakwah publik. Menjelang Pileg dan Pilpres, dakwah publik itu bukan hanya sekadar terkait partai politik. Dan bukan sekedar mengisi wilayah publik melalui seruan-seruan moral. “Karena Muhammadiyah bukan parpol yang seruan moralnya bisa dilakukan untuk kepentingan pemilu,” jelas Iwan.

Iwan menilai, Pemuda Muhammadiyah tidak boleh terpengaruh dengan berbagai isu perpecahan. Yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menjelang Pemilu 2019. Dalam proses demokrasi, perbedaan pandangan politik adalah hal yang lumrah.   Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah saat ini harus berperan untuk menjaga persatuan masyarakat di tengah-tengah perbedaan politik.

Peran Pemuda Muhammadiyah, tambah Iwan, bisa dilakukan dengan cara mengajak para pemilih pemula untuk menyalurkan hak pilihnya dan memberikan suara sesuai hati nurani. “Jadi mereka tidak salah dalam menggunakan hak pilihnya,” tambah Iwan.

Direktur Intelkam Polda DIJ Kombes Nanang Juni Mawanto mengapresiasi gerakan yang diinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah untuk Pemilu 2019 berjalan damai. Tidak hanya itu, Nanang berharap semua lapisan masyarakat juga ikut andil untuk mensukseskan pemilu dengan sejuk dan aman.

“Kami tidak hanya memilih pemimpin nasional tapi juga di daerah sehingga harapannya keinginan untuk Indonesia maju bisa tercapai,” jelasnya. (cr7/pra/mg2)