MUNGKID – Hanya dalam dua hari, Polres Magelang berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan area persawahan di Dusun Batu, Desa Ngabean, Secang, Kabupaten Magelang, pada Sabtu sore (23/2) lalu.

Korban diketahui bernama Annisa. Perempuan kelahiran 15 April 1996 warga Ketawangrejo, Grabag, Purworejo. Jenazah mahasiswi Fakultas Teknik Informatika UPN Jogjakarta tersebut sempat menjalani otopsi di RSUP Dr Sardjito Jogja.

Hasil otopsi dan penyelidikan dengan Mabis sidik jari berhasil menemukan data diri korban bernama Anisa gadis 22 tahun asal Grabag, Purworejo. “Ini yang kami gunakan untuk mengungkap kasus ini,” kata Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, kemarin.

Anggota Polres Magelang kemudian banyak melakukan penyelidikan di Jogja. Karena pihak keluarga korban banyak memberi informasi seputar hubungan korban dengan perlaku, yang ternyata merupakan teman dekat. Pelaku membunuh korban di kosnya, sebelum akhirnya dibuang ke Magelang. Sebelum akhirnya tertangkap pada Senin Malam, sekitar pukul 21.00, di kosnya daerah Jalan Sorowajan Baru, Gowok, Sleman.

Tersangka dengan inisial SS, 28 tahun, kelahiran 5 Desember 1991 merupakan warga Mulyaguna, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Namun dia kuliah di Jogja dan kos di daerah Sleman,” tuturnya.

Motif pembunuhan korban adalah karena ada pacar lain dan pelaku ingin menguasai barang berharga milik korban. Korban dibunuh dengan dicekik pada Kamis (21/2), sekitar pukul 17.00. Pelaku mendiamkan mayat kekasihnya itu ada di kamar kosnya dan beraktifitas seperti biasa, supaya tidak dicurigai oleh penghuni kos lainnya. Pada Jumat (22/2) dini hari, sekitar pukul 03.00, pelaku kemudian membungkus korban dengan selimut dan dibawa mengendarai sepeda motor. “Jadi korban ditaruh di antara jok motor dengan posisi kepala di atas stang motor Suzuki FU nomor polisi AB 6171 HQ,” jelasnya.

Dari pengakuan pelaku, sejumlah pengendara motor lainnya sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku. Hingga akhinya pelaku membuang mayat korban di daerah Secang. “Baru tiga hari pacaran. Tetapi sudah dua tahun berkomunikasi lewat Tik Tok,” ujarnya.

Sebelum aksi pembunuhan itu, pelaku mengajak korban berjalan-jalan ke Hutan Pinus Imogiri, Bantul, selanjutnya pulang ke kos pelaku. Mereka sempat bercumbu, sebelum akhirnya korban dicekik selama tiga menit. Sempat muncul ungkapan penyesalan dan permintaan maaf oleh pelaku di sebelah mayat korban, karena mencekiknya hingga meninggal dunia. “Maaf, saya khilaf karena sudah menghabisimu,” ungkap Yudi menirukan keterangan pelaku.

Menariknya lagi, pelaku terpantau melalui aplikasi media sosial, sedang berada di Alun-Alun Utara Kota Jogja, dengan pacar barunya. Polisi tidak segera menangkap, tetapi segaja menunggu hingga pelaku kembali ke kosnya.“Saat mereka kembali ke kos, tim Reskrim Polres Magelang yang sudah memantaunya langsung menyergap pelaku dan ditangkap,’’ paparnya.

Saat ini pelaku beserta barang bukti kejahatannya telah diamankan di Polres Magelang. Atas perbuatannya, pelaku akan diganjar dengan Pasal 338 KUHPidana, dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, dan diancam pidana penjara paling lama lima belas tahun.”Dan nantinya kami akan lakukan prosedur selanjutnya seperti rekonstruksi ulang dan lainnya,” tandas Yudi. (dem/din/mg4)