BANTUL – Pemkab Bantul kembali merehabilitasi bangunan pasar rakyat. Kali ini, proyek rehabilitasi menyasar enam pasar rakyat. Yaitu, Pasar Bantul, Pasar Turi, Pasar Gatak, Pasar Bendosari, Pasar Gumulan, dan Pasar Jodog. Tujuannya agar pasar rakyat tak kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. ”Pasar tradisional itu salah satu jantungnya ekonomi kerakyatan, sehingga harus ditumbuhkan” jelas Bupati Bantul Suharsono saat meresmikan rehabilitasi enam pasar rakyat di Pasar Turi, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Selasa (26/2).

Menurutnya, tidak sedikit warga di pedesaan yang menggantungkan perekonomiannya di pasar rakyat. Menjadi pedagang, contohnya. Ada pula yang menjadi pemasok berbagai barang kebutuhan pedagang. Dengan begitu, kondisi infrastruktur dan seluruh fasilitas di pasar rakyat harus memadai.
Pensiunan perwira menengah Polri ini menyebutkan, rehabilitasi enam pasar rakyat direalisasikan pada 2018. Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 7,5 miliar. Rp 2,283.787.000 di antaranya dari APBD Bantul. Sedangkan Rp 5.345.112.000 dari dana alokasi khusus (DAK). ”Rehabilitasi pasar sebagai bentuk upaya pemkab menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Di sela peresmian, pejabat yang hobi berbelanja sendiri di pasar rakyat ini meluangkan waktu berkeliling Pasar Turi. Melihat sudut-sudut pasar sembari berdialog dengan para pedagang. Meski kondisinya sudah sangat memadai, Suharsono menilai, fasilitas Pasar Turi masih perlu ditambah. Terutama, toilet. Sebab, toilet yang tersedia hanya empat unit. ”Lha ini pedagangnya ratusan dan pembelinya ribuan, kok toiletnya cuma empat,” tutur Suharsono berpesan agar pedagang ikut menjaga kebersihan dan merawat pasar rakyat.

Tak lupa, pria kelahiran Beji, Sumberagung, Jetis, ini berpesan agar pedagang ramah ketika melayani konsumen. Agar konsumen merasa nyaman. ”Pelayanan di pasar tradisional jangan kalah dengan supermarket,” pesannya. Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengungkapkan hal senada. Dia berharap rehabilitasi meningkatkan daya saing pasar rakyat. ”Sekarang sudah tidak ada lagi pasar yang becek, kumuh, dan jorok,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai penambahan toilet di Pasar Turi, Subiyanta memastikan ada rehabilitasi tahap kedua. Itu difokuskan untuk penambahan toilet dan penyediaan tempat sampah. (cr6/zam/mg4)