JOGJA Mengaku sudah selama tiga bulan bekerja tidak mendapatkan upah, Nizar A, nekat merampok brankas milik kantor tempatnya bekerja. Di sebuah tempat perbelanjaan di Kota Jogja.

Aksi dari pemuda 20 tahun tersebut tergolong nekat. Karena lokasi dari aksi adalah lantai tiga Galeria Mall. Pelaku bekerja di sebuah konter gawai Happy Bee.

Pria asal Wonosobo itu beraksi pada pagi hari saat semua karyawan belum datang. Dari catatan kepolisian, pelaku beraksi pukul Jumat (8/2) pukul 07.00 pagi hari. “Brankas besi warna coklat ukuran 35×25 centimeter. Isinya uang tunai Rp 83 juta dan dibawa semua. Modusnya merusak pintu almari brangkas lalu membawa kabur brangkas,” kata Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifasius Slamet, Selasa(26/2).

Untuk menghilangkan kecurigaan, Nizar kabur dan bersembunyi. Dia juga membongkar sendiri brankas tersebut. Tapi aksi Nizar tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dia tertangkap rekaman closed circuit television (CCTV) tempatnya bekerja. Terlihat pelaku datang sejak pagi dan langsung masuk kedalam konter gawai. Dalam rekaman juga terlihat pelaku membopong brankas berwarna coklat.

“Laporan dari pemilik konter langsung hari itu juga. Saat mengumpulkan barang bukti, memang pelaku terlihat jelas. Sempat kami lacak di asal domisili Wonosobo, ternyata tidak ada,” katanya.

Tak terhenti sampai disini, polisi terus mencari keberadaan pelaku. Lokasi persembunyian terlacak berkat informasi dan pencarian. Bahkan lokasi ini tidak jauh dari tempat dia bekerja. Pelaku bersembunyi di rumah kosnya kawasan Sagan. “Pelaku berhasil kami amankan dengan barang bukti brangkas dan uang tunai,” jelasnya.

Bonifasius Slamet juga mengklarifikasi alasan Nizar. Menurut dia Nizar masih dalam masa training. Dalam kontrak kerja tertulis apabila calon karyawan membolos lebih dari satu minggu maka gaji tidak turun.

“Berdasarkan catatan tempatnya kerja, pelaku sudah tidak masuk lebih dari satu minggu. Sehingga gajinya memang tidak diberikan. Tapi pelaku menangkapnya lain, dan menjadikan motif untuk membawa kabur brangkas,” jelasnya.

Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara. “Saat ini sedang proses hukum dan sudah kami tahan,” ujarnya. (dwi/pra/mg2)