SLEMAN – PSS Sleman cukup antusias menyambut gelaran Piala Presiden 2019 mendatang. Sebagai persiapan, sebelum turnamen pra musim tersebut digelar, skuad Super Elang Jawa akan melakukan serangkaian uji coba.

Asisten Pelatih PSS Sleman Suwandi Hadi Siswoyo menjelaskan, dari komunikasi antara pelatih dan manajemen memang ada rencana digelar uji coba. Namun kepastiannya, pihaknya masih akan menunggu pihak manajemen. ”Timnya belum diketahui. Tapi intinya uji coba itu untuk melatih game pemain,” jelasnya selepas mendampingi latihan PSS Sleman di Lapangan Paskhas, Berbah, Sleman, Senin(25/2).

Mantan juru taktik Persiba Bantul ini menyatakan, pihaknya dan para pemain cukup antusias menyambut Piala Presiden 2019. Apalagi, laga tersebut digelar di markas sendiri Stadion Maguwoharjo. Dia berharap, ajang pra musim tersebut mampu dimanfaatkan oleh pemain untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi Liga 1 Indonesia Mei mendatang. ”Turnamen ini sangat bagus untuk mengasah mental pemain. Karena para lawan merupakan tim yang akan kita hadapi di Liga 1,” jelasnya.

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur 46 tahu silam ini sendiri masih cukup baru menjadi pendamping pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara. Meski masih baru, dia melihat ada beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi oleh tim pelatih.

SANTAI: Suasana latihan skuad PSS Sleman di Lapangan Paskhas, Berbah, Sleman, Senin(25/2). (AHMAD SYARIFUDDIN/RADAR JOGJA)

Dari segi permainan, jelasnya, transisi masih menjadi kendala yang dihapi para pemain lokal PSS Sleman. Hal tersebut bila melihat pada laga leg ke-2 saat melawan Borneo FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (20/2). Selain itu, persoalan emosional pemain pun akan menjadi perhatian tim pelatih untuk segera dibenahi. ”Mereka ini kan masih muda-muda emosinya masih terpengaruh. Makanya harus terus kami dampingi,” jelasnya.

Suwandi menjelaskan, PSS masih berburu pemain untuk posisi striker.  Khairallah Abdelkbir yang sempat turun saat PSS melawan Borneo FC sudah tidak terlihat saat latihan kemarin.”Pemain asing tinggal Alfonso. Tapi, soal keputusannya, manajemen yang tahu,” ungkapnya.

Ia belum bisa memberikan kepastian mengenai Abdel, apakah dicoret atau dipertahankan. Sebab, pemain asal Maroko ini sekalipun ditunjang teknik yang cukup memadai, usianya sudah tidak muda. Kini Abdel menginjak 35 tahun.

Sementara itu, Alfonso de la Cruz sudah kedua kalinya mengikuti sesi latihan. Sebelumnya, saat kontra Borneo FC pemain asal Spanyol ini duduk di bangku penonton. Saat ini dia masih menjalani trial di PSS.

Saat ini PSS dikabarkan sedang membidik Brian Ferreira, pemain asal Argentina. Brian dikabarkan telah mendarat di Jogjakarta. Namun, pemain yang juga berposisi gelandang serang seperti Abdel ini tidak terlihat ikut latihan bersama Bagus Nirwanto dkk.

Sementara berkaitan dengan pengatamannya terhadap bek, Alfonzo de la Cruz, mantan pemain Petrokimia Putera ini memuji skill yang dimiliki oleh pemain asal Spanyol tersebut. Namun, untuk penilaian secara keseluruhan, harus dilihat dalam sebuah pertandingan.”Saat sudah game akan dikita ketahui,” jelasnya.

Sementara itu, Nerius Alom melakukan latihan terpisah. Dia mengalami cedera. Beruntung cedera yang didera Nerius Alom tidak terlalu parah.

Hernawan Koco Sungkana, selaku dokter tim menjelaskan, saat kontra Borneo FC Alom mengalami sedikit puntiran di lututnya. Ada peregangan otot yang berlebihan. Perlu ada penanganan.”Paling seminggu lagi sudah bisa main,” jelasnya.

Seperti diketahui, PSS Sleman akan memulai kompetisi pra musim Piala Presiden dengan tergabung di Grup D bersama Madura United, Persija Jakarta, dan Borneo FC. Sejauh ini, tim promosi liga 1 asal Sleman, menjadi tim yang belum memiliki pemain asing.

PSS Sleman akan memulai turnamen Piala Indonesia dengan melawan tim Galaticos, Madura United di Stadion Maguwoharjo, Selasa (5/3) mendatang. Selanjutnya di tempat yang sama, Bagus Nirwanto dkk akan meladeni Borneo FC (8/3) dan Persija Jakarta (15/3). (bhn/cr10/din/mg2)